Fragmen DNA Fosil Maksimal 1 Juta Tahun

Tinuku
News KeSimpulan.com - Usaha untuk mereknstruksi 'Jurassic Park' dari DNA mendapat pukulan dengan laporan baru yang menunjukkan materi genetik hanya bisa bertahan 1 juta tahun.

Tim peneliti internasional mencapai temuan dengan mengekstrak DNA dari tulang Moa Selandia Baru. Fragmen pendek DNA bisa bertahan hingga 1 juta tahun dari sekuens 30 pasangan basa atau hanya memiliki 'paruh' sekitar 158.000 tahun dalam kondisi tertentu.

Pukulan bagi klaim penelitian sebelumnya yang mengaku mengekstrak fragmen DNA beberapa ratus pasang basa tulang dinosaurus dan serangga.

"Apa yang kami tunjukkan tingkat pelapukan DNA bahwa ini tidak pernah menjadi mungkin," kata Morten Allentoft, genetikawan Murdoch University.

"Anda hanya memiliki fragmen DNA sangat pendek, hanya beberapa pasang basa yang bertahan selama mungkin pada 1 juta tahun," kata Allentoft.

Temuan sebelumnya mungkin karena kontaminasi dengan DNA manusia. Allentoff dan rekan menggebor tulang-tulang Moa punah yang digali dari 3 lokasi berdekatan dalam radius 5 kilometer di North Canterbury, Selandia Baru

Dating DNA pertama kali disinggung tahun 1970-an, namun penelitian telah gagal. Laporan baru menetapkan tingkat akurasi kecepatan pembusukan DNA yang dapat membantu mengidentifikasi spesimen untuk menghasilkan materi genetik dari dating tulang dan gigi bahkan forensik jasad manusia.

"Salah satu alasannya karena ada begitu banyak kebisingan lingkungan, temperatur dan kondisi tanah yang berbeda pada tempat yang berbeda. Sejumlah faktor ikut bermain," kata Allentoff.

Meskipun terkubur di lingkungan yang sama, usia spesimen yang dapat dijelaskan hanya sekitar 40 persen dari variasi DNA lestari. Proses membusuk setelah kematian sangat musiman dan tergantung konteks sehingga berdampak besar pada kelangsungan hidup DNA.

Langkah-langkah berikutnya adalah mengeksplorasi pertanyaan bagaimana faktor lingkungan mempengaruhi tingkat kerusakan yang diharapkan mengarah ke suatu model yang lebih akurat dan lebih komprehensif tentang pembusukan fragmen DNA.

Sejak pulau Flores Indonesia menghasilkan sisa-sisa "hobbit" Homo floresiensis tahun 2004, spekulasi telah tersebar luas beberapa spesimen mungkin mengandung DNA yang dapat membantu posisinya dalam pohon keluarga manusia. Bukti hobbit mungkin bertahan hingga 18.000 tahun lalu.
Morten E. Allentoft (Ancient DNA Laboratory, School of Biological Sciences and Biotechnology, Murdoch University, 90 South Street, Perth, Western Australia 6150, Australia; School of Biological Sciences, University of Canterbury, Private Bag 4800, Christchurch, New Zealand; Centre for GeoGenetics, Natural History Museum of Denmark, University of Copenhagen, Ă˜ster Voldgade 5-7, 1350 Copenhagen K, Denmark) et.al. The half-life of DNA in bone: measuring decay kinetics in 158 dated fossils. Proceedings of the Royal Society B, October 10, 2012, DOI:10.1098/rspb.2012.1745

Gambar : Morten Allentoft
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment