Irama Padang Pasir Dari Ukuran Butirannya

Tinuku
News KeSimpulan.com - Apa persamaan Rhoma Irama dengan gundukan pasir? Sama-sama bersuara. Tapi gundukan pasir benar-benar memberi rasa. Irama padang pasir.

Bukit pasir bernyanyi di beberapa daerah di seluruh dunia dan lagu-lagu mereka selalu rendah berdengung sehingga memunculkan banyak pertanyaan selama berabad-abad dari Marco Polo hingga Charles Darwin dalam bukunya The Voyage of Beagle.

Pasir bersenandung rendah pada frekuensi di bawah jangkauan musik cello. Bukit ini bernyanyi ketika pasir meluncur menuruni sisi by sisi.

Orang dapat mengatur gerakan pasir atau angin membuat pasir longsor, menciptakan paduan suara tiba-tiba.

Ketika angin memukul gurun, bukit pasir merespon sinyal ketidaksenangan dengan gema ke seluruh lanskap gersang.

Ada pancaran lagu tunggal sementara yang lain meniru paduan suara campur aduk. Tak seorang pun tahu mengapa mereka menyanyikan lagu-lagu berbeda. Para ilmuwan berpikir suara muncul karena pasir avalanching yang menciptakan getaran pada lapisan dalam yang lebih stabil.

Tapi laporan tahun 2009 menemukan bahwa longsoran pasir itu sendiri yang bernyanyi, bukan bukit-bukit pasir. Sekarang, tim peneliti yang sama menyelidiki misteri lebih jauh bagaimana bukit-bukit pasir terdengar bersamaan dari satu ke gundukan lain.

Simon Dagois-Bohy, fisikawan Université Paris Diderot di Paris, dan rekan menyisir gundukan pasir di Maroko yang berdengung 105 hertz (Hz) atau musisi G sharp dua oktaf ke C. Lalu suara dibandingkan dengan gundukan pasir di Oman yang menghasilkan 90 Hz sampai 150 Hz atau F sharp ke D.

Meskipun bukit Oman penyanyi agak ceroboh, Dagois-Bohy melihat beberapa nada yang sedikit lebih kuat dibanding yang lain. Butiran pasir Oman muncul dalam berbagai ukuran daripada Maroko. Pasir Oman adalah 150-310 mikron sedangkan Maroko hanya 150-170 mikron.

"Suara yang kita dengar berkorelasi dengan ukuran butir. Jadi kita bisa mulai untuk mengatakan bahwa ukuran butiran pasir penting," kata Dagois-Bohy.
S. Dagois-Bohy (Laboratoire Matière et Systèmes Complexes, UMR 7057, CNRS, Université Paris Diderot, Paris, France) et.al. Singing-sand Avalanches Without Dunes. Geophysical Research Letters, Vol. 39, l20310, 5 pp., 2012, DOI:10.1029/2012gl052540
Video : AGUvideos http://www.youtube.com/user/AGUvideos



Tinuku Store

No comments:

Post a Comment