Sel Induk Saraf Ditanam Aman Untuk Otak

Tinuku
News KeSimpulan.com - Sel induk aman untuk otak. Empat anak laki-laki dengan kondisi kelainan otak yang langka dan fatal berhasil melewati cobaan yang berbahaya.

Para ilmuwan melakukan transplantasi sel induk saraf ke dalam otak manusia dengan aman. Dua belas bulan setelah operasi, anak laki-laki memiliki lebih banyak myelin yaitu lemak isolasi protein yang melapisi serabut saraf dan mempercepat sinyal listrik antar neuron.

Langkah awal membuka jalan penelitian masa depan dalam terapi sel induk untuk masalah tumpang tindih seperti penyakit Parkinson dan multiple sclerosis.

"Ini sangat menarik," kata Douglas Fields, neurosaintis National Institutes of Health di Bethesda, Maryland.

"Dari penelitian awal terlihat janji terapi sel transplantasi dalam mengatasi penyakit dan mengurangi penderitaan," Fields.

Tanpa myelin, perjalanan impuls listrik di sepanjang serabut saraf di otak tidak dapat menyentuh neuron ke neuron. Sinyal di otak menjadi tersebar dan berantakan seperti tumpukan kayu berserakan tanpa diurus.

"Anda tidak akan mengharapkan kayu merakit dirinya menjadi sebuah rumah," Nalin Gupta, neurolog University of California San Francisco (UCSF).

Namun neuron otak bayi yang baru lahir melakukan prestasi yang sama dengan produksi sel myelin yang disebut oligodendrocytes. Kebanyakan bayi dilahirkan dengan myelin sangat sedikit dan mengembangkannya dari waktu ke waktu.

Tapi mutasi genetik mencegah oligodendrocytes memproduksi myelin pada anak-anak Pelizaeus-Merzbacher sehingga sinyal listrik mati. Perkembangan mundur seperti ketidakmampuan berbicara, berjalan, atau bernapas secara independen dan akhirnya kematian dini.
Nalin Gupta (Department of Neurological Surgery, University of California, San Francisco, San Francisco, CA 94143, USA; Department of Pediatrics, University of California, San Francisco, San Francisco, CA 94143, USA) et.al. Neural Stem Cell Engraftment and Myelination in the Human Brain. Science Translational Medicine, 10 October 2012: Vol. 4, Issue 155, p.55ra137, DOI:10.1126/scitranslmed.3004373
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment