Teknik Transfer DNA Cegah Cacat Mitokondria

Tinuku
News KeSimpulan.com - Pertukaran DNA antar sel telur mencegah cacat mitokondria. Modifikasi teknik in vitro fertilization (IVF) lebih dekat untuk pencegahan penyakit mitokondria.

Teknik telah terbukti pada monyet, tapi laporkan baru berhasil memindahkan DNA dari satu sel telur manusia yang mengandung mutan mitokondria ke tempat lain tanpa mutasi. Embrio tumbuh selama beberapa hari dan membuat sel-sel induk embrionik.

Setiap 1 dari 4.000 anak lahir dengan cacat mitokondria. Mutasi dalam organel mitokondria yang menghasilkan energi sel dan membawa DNA mereka sendiri.

Berbagai gejala termasuk gagal jantung, demensia, dan kebutaan. Tingkat keparahan dan timbulnya gejala dapat bervariasi.

Tetapi cenderung mempengaruhi jaringan yang butuh energi tinggi seperti jantung, otot, dan otak.

Tidak ada cara untuk mengobati karena DNA mitokondria (mtDNA) dalam embrio berasal dari oosit. Banyak tim peneliti bertaruh menemukan cara mencegah menggunakan teknik modifikasi IVF yang memungkinkan ibu pembawa mutasi melahirkan bayi dengan mitokondria sehat.

Teknik menghapus DNA nuklir yang menyumbang sebagian besar informasi genetik dari sel-telur yang tidak dibuahi pembawa mitokondria mutan. Lalu DNA ditransfer ke dalam telur donor sehat di mana DNA nuklir juga telah dihapus. Hasilnya, telur membawa DNA nuklir pasien dan mitokondria sehat donor.

Pada tahun 2009, Shoukhrat Mitalipov, biolog reproduksi Oregon Health & Science University di West Campus, menunjukkan teknik dapat menghasilkan bayi primata sehat. Hari ini, mereka melaporkan teknik dengan oosit manusia yang menunjukkan embrio normal.

Tapi tidak semua orang nyaman dengan teknik ini karena anak-anak membawa DNA dari 3 orang tua yaitu satu set kromosom masing-masing dari kedua ibu dan ayah, dan DNA mitokondria dari donor telur orang lain.

"Setiap diusulkan mengambil cara baru, beberapa orang gugup. Tapi jika teknik ini aman, tidak ada masalah besar melarangnya mencapai klinik," kata Josephine Johnston dari Hastings Center di Garrison, N.Y.

Monyet Rhesus yang menggunakan teknik ini sekarang sehat dan berumur 3 tahun. Telur manusia lebih sulit. Sekitar setengah zigot diciptakan dalam pemupukan telur yang telah mengalami transfer nuklir normal.
Masahito Tachibana (Division of Reproductive & Developmental Sciences, Oregon National Primate Research Center, Oregon Health & Science University, 505 NW 185th Avenue, Beaverton, Oregon 97006, USA) et.al. Towards germline gene therapy of inherited mitochondrial diseases. Nature, 24 October 2012, DOI:10.1038/nature11647

Gambar dan Video : Oregon Health Sciences University
YouTube : KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube




Tinuku Store

No comments:

Post a Comment