Ikan Terbang Trias Potanichthys xingyiensis

Tinuku
News KeSimpulan.com - Fosil ikan terbang petunjuk evolusi kuno. Ikan terbang kuno Potanichthys xingyiensis meliuk di permukaan gelombang lautan yang memberi kita banyak gambaran prasejarah.

Fosil baru ditemukan di selatan China menunjukkan kemegahan evolusi sayap jutaan tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya ketika predator laut sering mencoba untuk menjebak mangsa di permukaan laut. Tapi para ikan telah menerapkan trik yang canggih.

Ikan terbang Potanichthys xingyiensis memiliki strategi melarikan diri dengan cerdik.

Melompat keluar dari air sama sekali sehingga terhindar dari banyak pemburu besar.

Guang-Hui Xu, paleontolog Chinese Academy of Sciences di Beijing, dan tim menemukan fosil 2D dalam batuan Trias Tengah berdating 247 juta tahun.

Fosil ikan terbang tertua sebelumnya berasal dari Trias Akhir atau sekitar 230 juta tahun lalu yang digali di Austria dan Italia.

Ikan terbang modern memiliki 2 atau 4 sayap yaitu sirip kaku yang membiarkan mereka meluncur sebagai upaya yang berbeda untuk menghindar dari serangan predator.

Fosil-fosil di China bersayap 4 yang menunjukkan ikan ini berevolusi untuk membuat jarak meluncur lebih jauh dan canggih untuk manuver di udara. Temuan membuka petunjuk untuk penyelidikan jenis predator kuno seperti para reptil laut.
Guang-Hui Xu (Key Laboratory of Evolutionary Systematics of Vertebrates, Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology, Chinese Academy of Sciences, Beijing 100044, People's Republic of China) et.al. A new stem-neopterygian fish from the Middle Triassic of China shows the earliest over-water gliding strategy of the vertebrates. Proceedings of the Royal Society B, October 31, 2012, DOI:10.1098/rspb.2012.2261

Gambar : Guang-Hui Xu
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment