Microlith Mata Panah Dating 71.000 Tahun

Tinuku
News KeSimpulan.com - Pisau kuno dipegang sebagai senjata awal. Panahan mungkin hobi kuno. Harta terpendam mengungkap toolmaking kompleks berdating 71.000 tahun.

Sebanyak 27 microlith ditemukan di lapisan pasir dan tanah berdating 71.000 tahun dan mewakili timespan sedimen hingga sekitar 11.000 tahun. Pisau kecil 3cm mungkin juga sebagai tambahan ujung runcing seperti senjata ataupun dilempar.

Pisau batu tipis di gua Afrika Selatan berupa artefak kecil dari jenis batu silcrete yang pertama kali dipanaskan untuk diselipkan ke ujung mata panah.

Tepi tumpul menunjukkan orang-orang membuat pisau ke poros kayu untuk digunakan dengan busur atau pelembar tombak.

Waktu tidak hanya mengungkapkan bahwa manusia memiliki kecerdasan untuk membuat busur dan anak panah saat itu.

Mereka bisa menularkan instruksi rumit untuk membangun multi alat yang kompleks lebih dari ratusan generasi. Manusia awal mampu menyampaikan ide-ide cerdas dari generasi ke generasi, menciptakan teknologi kompleks yang bertahan dari waktu ke waktu.

Hipotesis sebelumnya menyatakan Homo sapiens awal berbeda dengan modern. Namun karena bukti untuk teknologi manusia awal bersifat tambal sulam maka teori transmisi budaya kuno terus menerus dalam dekade menjadi perdebatan.

"Sulit untuk mengetahui apakah perilaku ini terus ada. Pada saat itu kelompok manusia cenderung kecil dan orang dengan keahlian dengan mudah punah," kata Chris Stringer, paleoantropolog Natural History Museum di London.

"Jika Anda tidak punya ukuran populasi, pengetahuan sulit diwariskan. Harus ada keteguhan proses transmisi. Dalam rangka untuk itu harus dikomunikasikan lintas generasi dan mereka harus memiliki bahasa yang kompleks," kata Stringer.

Serpih sangat kecil dan ringan menunjukkan komponen bisa dilempar jarak jauh. Kemungkinan manusia modern menggunakan teknologi ini untuk melawan Neanderthal ketika keluar dari Afrika dan ke Eropa 100.000 tahun lalu.

"Jika Anda melawan pesaing yang memiliki pelempar tombak, Anda tidak dapat bersaing," kata Curtis Marean, arkeolog Arizona State University di Tempe.

Tapi ada keraguan microlith menjadi penentu keberhasilan manusia modern terhadap populasi hominin lainnya. Tidak jelas mereka membawa teknologi ini ke Eropa. Catatan tentang Neanderthal juga tidak lengkap. Juga para ilmuwan lebih banyak underestimate kepada Neanderthal.

"Microliths tampaknya muncul lebih lambat dari dating penampilan pertama Homo sapiens di sebagian besar Eurasia," kata John Shea, palaeoantropolog Stony Brook University di New York.
Kyle S. Brown (Department of Archaeology, University of Cape Town, Rondebosch 7701, South Africa; Institute of Human Origins, School of Human Evolution and Social Change, PO Box 872402, Arizona State University, Tempe, Arizona 85287-4101, USA) et.al An early and enduring advanced technology originating 71,000 years ago in South Africa. Nature, 07 November 2012, DOI:10.1038/nature11660

Gambar : Simen Oestmo
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment