Siput Pteropod Antartika Korban Laut Asam

Tinuku
News KeSimpulan.com - Siput mendapat pukulan laut asam. Beberapa siput laut bercangkang di sekitar Antartika larut dalam air yang lebih asam jadi ancamam bagi rantai makanan.

Di Samudra Selatan, keasaman membuat cangkang siput laut Limacina helicina antarctica menjadi larut. Laporan baru jadi bukti pertama kehidupan laut sudah menderita pengasaman akibat perbuatan manusia. Siput laut Pteropod yang berenang bebas menunjukkan tanda-tanda cangkang mengalami korosi.

"Ini sebenarnya terjadi sekarang," kata Geraint Tarling dari British Antarctic Survey di Cambridge, Inggris.

Tarling dan rekan menangkap siput laut lalu dipasang di bawah mikroskop elektron. Lapisan luar cangkang yang keras mengalami korosi yang tidak biasa.

Planet Bumi mengalami keasaman karena karbon dioksida mengubah kimia laut. CO2 larut dalam air menjadi asam karbonat, membuat air kurang basa. PH terus menurun sekitar 0,1 per abad, lebih cepat setiap saat dibanding 300 juta tahun terakhir.

Eksperimen di laboratorium menunjukkan organisme bercangkang keras paling menderita. Untuk membangun cangkang, karang dan moluska perlu kalsium karbonat dari air, tapi karbonat lebih asam berarti ion hidrogen lebih dalam air.

Keluarga Pteropods membangun cangkang sepenuhnya dari aragonit, bentuk kalsium karbonat yang sangat sensitif terhadap keasaman. Diprediksi pada tahun 2050 bakal kekurangan parah aragonit di sebagian besar lautan.

Satu-satunya cara untuk menghentikan pengasaman laut dengan mengurangi emisi CO2. Tyrrell. Cara lain dengan menabur mega ton kapur ke laut untuk menyeimbangkan keasaman namun tidak praktis karena jumlah yang terlibat dan dengan demikian biaya sangat besar.
N. Bednaršek (British Antarctic Survey, Natural Environment Research Council, High Cross, Madingley Road, Cambridge, CB3 0ET, UK; School of Environmental Sciences, University of East Anglia, Norwich Research Park, Norwich NR4 7TJ, UK; University of Nova Gorica, Vipavska 13, 5000 Nova Gorica, Slovenia) et.al. Extensive dissolution of live pteropods in the Southern Ocean, Nature Geoscience, 25 November 2012, DOI:10.1038/ngeo1635
Gambar : Nina Bednarshek
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment