Supernovae 1,5 Miliar Tahun Pasca Big Bang

Tinuku
News KeSimpulan.com - Supernova kuno seratus kali lebih kuat dari apapun. Adegan "superluminous supernovae" berdating hanya 1,5 miliar tahun pasca Big bang.

Selangkah lebih dekat untuk menemukan para bintang generasi pertama yang bersinar terang setelah big bang. Bintang terbesar saat ini bermassa sekitar 20 kali Matahari, tapi bintang generasi pertama di alam semesta awal tumbuh sampai 260 kali Matahari.

Bintang yang mati sebagai supernova meledak ketika core runtuh setelah kehabisan bahan bakar.

Supernova juga terjadi setelah sebuah bintang menghisap terlalu banyak masalah dari sebuah bintang yang berdekatan.

Superluminous supernovae sangat langka jarang terjadi di alam semesta terdekat.

Ukuran besar bintang-bintang awal menghasilkan berbagai jenis supernova dibanding bintang generasi berikutnya.

"Bintang generasi pertama menjadi sangat besar karena hanya memiliki hidrogen dan helium. Belum ada unsur berat di alam semesta untuk mendinginkan gas sehingga memungkinkan fragmentasi dan membentuk bintang yang lebih kecil," kata Jeff Cooke, astrofisikawan Swinburne University di Melbourne.

Ukuran besar bintang-bintang awal menghasilkan berbagai jenis supernova dibanding bintang generasi berikutnya. Cooke dan rekan menemukannya menggunakan Canada-France-Hawaii Telescope Legacy Survey. Lalu teleskop Keck 10 meter untuk mendating galaksi.
Jeff Cooke (Centre for Astrophysics and Supercomputing, Swinburne University of Technology, PO Box 218, H30, Hawthorn, Victoria 3122, Australia) et.al Superluminous supernovae at redshifts of 2.05 and 3.90. Nature, 31 October 2012, DOI:10.1038/nature11521
Gambar : Adrian Malec/Marie Martig/Swinburne University
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment