Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Variabilitas Tibia Australopithecus afarensis

News KeSimpulan.com - Apakah Lucy berjalan terlalu lambat? Bagaimana nenek moyang manusia menghadapi dilema variabilitas panjang tibia terkait kecepatan berjalan?

Jika Anda memiliki spektrum rendah, Anda frustasi untuk berjalan-jalan bersama orang yang tinggi. Kadang-kadang, Anda mungkin harus mengingatkan rekan Anda untuk memperlambat bahwa kaki Anda lebih pendek dan tidak bisa mengikuti.

Ini mungkin telah menjadi masalah bagi lekuhur kita yang terkenal yaitu Lucy.

Australopithecus afarensis memiliki variabilitas panjang tungkai sehingga memiliki preferensi berbeda untuk kecepatan berjalan.

Lantas bagaimana nenek moyang manusia modern menghadapi dilema seperti ini?

Pada tahun 2010 pertanyaan muncul dengan temuan kerangka parsial A. afarensis dijuluki "Big Man" di Ethiopia yang memiliki kaki tinggi setidaknya untuk hominid awal dibanding kaki Lucy.

Variasi mungkin terkait dengan jenis kelamin. Laki-laki secara signifikan lebih tinggi daripada perempuan. Atau mungkin ada perbedaan regional dalam ukuran A. afarensis. Lucy dan Big Man ditemukan di Ethiopia, tetapi di lokasi yang berbeda.

Patricia Ann Kramer, antropolog University of Washington di Seattle melakukan beberapa eksperimen dengan orang-orang untuk panjang kaki bagian bawah yaitu tibia yang memainkan peran besar dalam seberapa banyak energi seseorang sambil berjalan dengan kecepatan berbeda.

Kramer menggunakan data untuk membuat persamaan matematika sebagai patokan dalam memperkirakan kecepatan optimal Lucy dan Big Man Big dengan masing-masing panjang tibia. Lucy 1,04 meter per detik, sementara Big Man 1,33 meter per detik.

Meskipun tidak memberikan jawaban pasti, Kramer menyoroti bagaimana sulitnya merekonstruksi biologi dan perilaku leluhur manusia. Sudah jelas bahwa A. afarensis berjalan tegak, namun kita masih harus banyak belajar bagaimana hominid awal perjalanan melintasi lanskap Afrika Timur.
Patricia Ann Kramer(Departments of Anthropology and of Orthopaedics and Sports Medicine, University of Washington, Seattle, WA 98195-3100) et.al. Brief communication: Could Kadanuumuu (KSD-VP-1/1) and Lucy (AL 288-1) have walked together comfortably? American Journal of Physical Anthropology, 25 Oct 2012, DOI:10.1002/ajpa.22169
Gambar : University of Washington

Link situs lain : Laporan Penelitian | Tutorial Akademik | Pencarian Jurnal

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment