Daun Contong Venezuela Heliamphora nutans

Tinuku
News KeSimpulan.com - Daun Contong Venezuela (Heliamphora nutans) membangun satu paket perjalanan ke kolam kematian. Tumbuhan karnivora menyiapkan trik wisata kuliner.

Dewa yang Maha Kuasa menjebak Adam dan Hawa. Perut pitcher karnivora Daun Contong Venezuela (Heliamphora nutans) membuat madu perangkap alami, memikat serangga ke ruang azab dengan tetes nektar dan berbagai godaan lainnya.

Tapi begitu serangga datang, tanaman pitcher memiliki hambatan implementasi. Bagaimana memastikan mangsa tidak melarikan diri?

Alat perangkap yang cerdik spesies pitcher di pedalaman Venezuela selatan, "The Lost World". Tenggorokan ditutupi dengan bulu kecil.

Rambut justru berorientasi memangsa yang membuat sulit untuk naik. Rambut juga membuat licin dan basah di dinding batin pitcher.

Hampir tidak mungkin korban mendapatkan pegangan. Terjun ke bagian bawah teko di mana mereka tenggelam dalam genangan air. Spesies tanaman karnivora lainnya juga memiliki resor dengan teknik aneh untuk menangkap mangsanya.

"Sangat, sangat canggih. Metode yang sangat keterlaluan, tapi jelas tampaknya sangat efektif," kata Ulrike Bauer, biolog University of Cambridge di Inggris.

Bauer dan rekan mengintip dengan mikroskop elektron scanning. Tenggorokan Heliamphora nutans padat seperti berkarpet dengan lebih dari 100.000 rambut kecil, semua menunjuk ke bawah. Ketika karpet basah, Anda meluncur ke dasar kendi neraka.

Ketika spesies semut Asia Camponotus rufifemur dan Oecophylla smaragdina diijinkan berjalan-jalan ke Contong kering, hanya 29% jatuh ke dalam jurang. Semut yang berani berkelana ke bawah yang paling mungkin jatuh untuk alasan yang tidak jelas.

Tapi ketika dilepaskan ke Contong yang basah, 88% semuat di lereng licin jangan berharap untuk mengingat masa lalu yang indah. Bauer menyebutnya dengan "insect aquaplaning". Contoh bagus evolusi konvergen tanaman dan hujan.

"Ketika rambut basah dengan bantalan Aquaplane di permukaan, membuat semut kehilangan grip dan tergelincir ke dalam mangkuk. Pertama kalinya kita memiliki rambut tanaman dengan cara ini. Rambut biasanya untuk membuat daun anti air," kata Bauer.

Sebuah pola adaptasi yang sangat rapi untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi. Heliamphora nutans dari dataran tinggi Venezuela dengan ketinggian 2000m hingga 2700m dapat tumbuh hingga tinggi 18cm dan lebar 7cm lebar.
Ulrike Bauer (Department of Plant Sciences, University of Cambridge, Downing Street, Cambridge CB2 3EA, UK) et.al. ‘Insect aquaplaning’ on a superhydrophilic hairy surface: how Heliamphora nutans Benth. pitcher plants capture prey. Proceedings of the Royal Society B, December 19, 2012 DOI:10.1098/rspb.2012.2569
Gambar : University of Cambridge
Video : Cambridge University http://www.youtube.com/user/CambridgeUniversity


Tinuku Store

No comments:

Post a Comment