Lendir Belatung Menjaga Luka dari Infeksi

Tinuku
News KeSimpulan.com - Belatung menyeramkan, jijik dan berlendir. Tapi lendir adalah balsem penyembuhan yang luar biasa bagi ahli bedah di medan perang selama berabad-abad.

Belatung efisien memakan jaringan mati dan daging busuk tapi meninggalkan jaringan sehat tanpa cedera. Dokter tentara Napoleon menggunakan larva agar luka bersih. Di Perang Dunia I, ahli bedah Amerika Serikat William Baer menyadari tentara terluka yang dipenuhi belatung tidak memiliki infeksi.

Penisilin yang diperkenalkan pada tahun 1940-an membuat belatung klinis kurang berguna.

Tetapi belatung bangkit kembali 1990-an sebagai terapi alternatif ketika marak bakteri resisten antibiotik.

Pada tahun 2004, US Food and Drug Administration (FDA) menyetujui terapi belatung sebagai resep pengobatan.

Tidak ada pengujian ilmiah tentang terapi belatung hingga Gwendolyn Cazander, ahli bedah Leiden University Medical Center di Belanda menyedot sampel cairan dari belatung didesinfeksi di laboratorium dan sampel darah donasi dari 4 orang dewasa sehat.

Setiap sampel darah yang diobati dengan cairan belatung menunjukkan tingkat lebih rendah protein komplemen dibanding sampel kontrol 99,9% kurang dalam kasus. Pecahan sisa-sisa 2 komplemen protein C3 dan C4 dalam sekresi merobek protein terpisah.

Ketika Cazander menguji sampel darah pasien pasca operasi ketika berjuang untuk sembuh, sekresi belatung mengurangi protein komplemen 19% menjadi 55%. Tim juga merebus sampel yang mengejutkan bahwa sekresi lebih efektif setelah mendidih dan tidak kehilangan potensi setelah disimpan di rak selama 1 bulan.
Gwendolyn Cazander (Department of Surgery, Bronovo Hospital, The Hague, The Netherlands; Department of Trauma Surgery, VU University Medical Center, Amsterdam, The Netherlands) et.al. Maggot excretions affect the human complement system. Wound Repair and Regeneration Volume 20, Issue 6, pages 879-886, November-December 2012, DOI:10.1111/j.1524-475X.2012.00850.x
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment