Membuat Vaksin Flu dengan mRNA Sintetik

Tinuku
News KeSimpulan.com - Membuat vaksin flu tanpa virus. Strategi vaksin baru bisa membuat suntikan flu lebih murah, lebih aman, dan lebih mudah diproduksi.

Menggunakan messenger RNA (mRNA) sintetik, bukan protein yang dimurnikan dari virus, tim di Jerman mampu melindungi tikus, musang dan babi terhadap influenza. Pendekatan baru yang sangat menarik dan menjanjikan.

Umumnya vaksin flu terdiri dari hemagglutinin dan neuraminidase yaitu 2 protein yang menutupi permukaan virus.

Untuk menghasilkan molekul-molekul, 3 strain influenza dominan dibudidaya dalam telur ayam yang dibuahi atau dalam kultur sel.

Virus kemudian dipanen dan putus sehingga dua protein dapat dimurnikan.

Seberapa baik strain tertentu tumbuh dalam telur atau sel sulit untuk memprediksi dan menghasilkan virus yang cukup bagi jutaan dosis vaksin membutuhkan waktu berbulan-bulan setiap tahun. Sebagian besar vaksin untuk melawan virus setelah pandemi melewati puncaknya.

Sekarang, tim peneliti di Friedrich-Loeffler-Institute dan firma biotech CureVac di Tübingen, Jerman, merancang mRNA pengkode hemagglutinin dari strain H1N1. Sel menggunakan mRNA untuk antar-jemput informasi dalam genom dari nukleus ke pinggiran sel untuk diterjemahkan ke dalam protein.

Dengan menyuntikkan mRNA sintetik ke dalam kulit tikus, tim mampu membujuk sel-sel hewan memproduksi protein virus itu sendiri. Ini menimbulkan respon imun yang kemudian melindunginya dari infeksi dengan dosis virus influenza kategori mematikan.
Benjamin Petsch et.al. Protective efficacy of in vitro synthesized, specific mRNA vaccines against influenza A virus infection. Nature Biotechnology, 25 November 2012, DOI:10.1038/nbt.2436
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment