Top Sains 2012

Tinuku
News KeSimpulan.com - Kisah sains paling top selama tahun 2012. Tahun besar bagi fisika partikel dan astronomi, tapi ada pula temuan menonjol paleontologi, rekayasa biologi, alam dan lingkungan.

Tahun demi tahun telah datang dan pergi yang berarti saatnya untuk melihat di mana sains yang pernah disajikan di KeSimpulan.com dan Jurnal.KeSimpulan.com kesayangan anda memberi dampak terbesar selama tahun 2012.

Berbagai laporan penelitian mengejutkan dan menakjubkan hingga keputusan institusi keamanan yang membuat gaduh dunia sains menyertai rentang tahun 2012 yang luar biasa.

Eksplorasi manusia modern menuju "peradaban galatikum" ditandai dengan ekspedisi Mars dan wahana Voyager 1 dan 2 yang bersiap-siap menuju ruang antar bintang terjadi pada tahun ini.

Untuk Top Sains 2013 dan seterusnya kunjungi di sini: Top Sains

Partikel "Tuhan Terkutuk" Higgs Boson

Selama beberapa dekade, fisikawan mencari Higgs boson yang sulit dipahami. Pada tahun 2009 tim Large Hadron Collider (LHC) di CERN melihat cegukan awal ketika menghancurkan partikel sub-atom pada kecepatan semakin lebih tinggi.

Rumor mulai menyebar. Tidak mengherankan karena pada bulan Juli, 2 tim terpisah di CERN mengumumkan bukti awal penampakan Higgs boson. Sejak itu, para ilmuwan terus menambang data yang menyarankan Model Standar teori alam semesta.

Baca selengkapnya: Akhirnya Penampakan Partikel Higgs Boson

Teror Tujuh Menit Mars Curiosity

Dalam minggu-minggu menjelang pendaratan, NASA dihinggapi ketegangan dan drama pendaratan pendaratan rover Curiosity di Mars. Analisis menyoroti tahap urutan kompleks yang diperlukan untuk menempatkan sebuah rover 6x6 seukuran SUV di Mars. Namun sukses!

Pada tanggal 6 Agustus, tim NASA menerima gambar resolusi tinggi permukaan Mars dan beberapa hari kemudian rover memulai 2 tahun tahap pertama di seluruh Kawah Gale untuk beberapa eksperimen. Sejauh ini telah mengirim ribuan gambar permukaan dan deteksi perklorat serta mengintai bulan Phobos.

Baca selengkapnya: Pendaratan Buta NASA Mars Rover Curiosity

Penurunan Asupan Kalori Tidak Memperpanjang Umur

Penurunan yang signifikan asupan kalori tidak memperpanjang masa hidup primata. Sebaliknya, genetika dan makanan sehat tampaknya elemen dengan dampak yang lebih tinggi.

Sebuah tim yang didanai National Institute on Aging (NIA) melakukan eksperimen selama 25 tahun menunjukkan tikus dan cacing gelang tampaknya bertambah umur ketika kalori lebih sedikit dikonsumsi, namun monyet-monyet tidak terpengaruh.

Laporan membantah laporan sebelumnya pada tahun 2009 oleh tim lain di University of Wisconsin-Madison yang menunjukkan manfaat kalori rendah pada rhesus.

Baca selengkapnya: Pembatasan Kalori Tidak Menambah Umur

Lapisan Es Arktik Terus Meleleh

Jika ada satu tempat di mana dampak perubahan iklim yang paling mudah dilihat saat ini adalah di atas Samudra Arktik. Pada bulan Agustus, US-based National Snow and Ice Data Center mengungkap lapisan es kutub utara telah menyusut menjadi 4,10 juta kilometer persegi atau sekitar 70.000 kilometer persegi kurang dari catatan sebelumnya yang dipetakan pada September 2007.

Sekitar 97 persen lapisan es di permukaan mencair bahkan lumpur muncul di tempat tertinggi Greenland yang seharusnya paling dingin. Permukaan es besar juga gelap tahun ini sehingga menyerap lebih banyak energi Matahari dan mencairkan lebih cepat.

Baca selengkapnya: Pencairan Greenland Memasuki Periode Modus

Genom Denisova Catat Gelombang Manusia Lain

Sebagian besar dari kita akrab dengan manusia modern (Homo sapiens) dan Neanderthal (Homo neanderthalensis). Kedua spesies hidup sisi by sisi di Eropa lebih dari 30.000 tahun lalu dan beberapa tim melaporkan kawin campur di antara kedua spesies.

Pada tahun 2010, sebuah tim menemukan fragmen tulang jari hominin ketiga sebagai Denisova (Denisovan hominin). Pada bulan Agustus, para ilmuwan menggunakan teknik DNA sequencing canggih untuk mengungkap genom.

Sebuah percabangan manusia modern antara 170.000 hingga 700.000 tahun lalu dan waktu mencakup berbagai hal yang membentang dari Siberia ke Asia Tenggara. Beberapa bukti cukup kuat Denisovan kawin dengan gelombang migrasi manusia lain.

Baca selengkapnya: DNA Denisovan Mengurai Link Kawin Campur

Proyek ENCODE Katalog Baru DNA Manusia

Sekitar 12 tahun setelah publikasi sekuen genom manusia, sebuah konsorsium besar proyek ENCODE (ENCyclopedia of DNA Elements) melengkapi sekuel DNA.

Proyek genom memberi urutan semua nukleotida dalam DNA manusia dalam A, C, T dan G yang dimasukkan ke dalam sekuens, sedangkan ENCODE melangkah lebih jauh dan katalog sekuen dapat ditranskripsi menjadi RNA dan jenis sel.

DNA dalam genom meskipun sesekali ditranskripsi dan dengan demikian tercatat tak berfungsi atau disebut DNA sampah yang terjadi dalam teori evolusi. Berkat ENCODE akhirnya bisa belajar di mana sekuen adalah sampah dan bukan sampah dari aktivitas sel.

Baca selengkapnya: ENCODE Merilis Sekuel Baru Genom Manusia

Jurassic Park Selamanya Terpajang di Museum

Michael Crichton mungkin mampu membawa dinosaurus hidup di layar perak, tetapi sebuah tim peneliti internasional menunjukkan DNA meluruh pada tingkat sangat cepat ketika ingin membawa apapun dari periode Jurassic hidup kembali. Fragmen pendek DNA hanya bertahan hingga 1 juta tahun, bahkan sekuen benar-benar hanya bertahan pada paruh sekitar 158.000 tahun.

Namun demikian menjadi kabar baik bagi para ilmuwan yang ingin menghidupkan kembali mammoth atau Homo floresiensis dan semasanya, tapi berarti T. rex tetap aman selamanya menjadi pajangan museum.

Baca selengkapnya: Fragmen DNA Fosil Maksimal 1 Juta Tahun

Sponge Kecapi (Chondrocladia lyra) dari Gelap

Eksplorasi dunia bahwa laut yang gelap dan terisolasi selalu menghadirkan kisah menakjubkan. Tim di Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) menggunakan kapal selam di kedalaman 3300 meter di lepas pantai California, merekam Sponge Kecapi (Chondrocladia lyra). Karnivora baru muncul di dasar yang gelap.

Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) telah menemukan Kepiting Yeti, cumi-cumi bersiku, Cacing Pigbutt. Sekarang kembali dengan rekaman spesies baru spons karnivora Chondrocladia lyra setelah 17 tahun lalu Jean Vacelet dan Nicole Boury-Esnault memberi bukti pertama spons bisa lebih dari spons.

Baca selengkapnya: Karnivora Sponge Kecapi Chondrocladia lyra

Modifikasi Dua Strain Flu Lebih Mematikan

Akhir tahun lalu, US National Science Advisory Board for Biosecurity memblokir penerbitan 2 laporan yang menunjukkan bagaimana virus flu H5N1 rekayasa bisa lulus dengan mudah ke udara di antara musang. Institusi berusaha mencegah publikasi untuk menghindari bencana yang mungkin terjadi.

Mereka khawatir kemampuan modifikasi virus tersebut bisa jatuh ke tangan-tangan yang salah dan mengakibatkan pandemi pada manusia yang disebabkan oleh flu yang mematikan tersebut.

Baca selengkapnya: Laporan Dua Strain Mutan Flu Burung H5N1

Ubur-Ubur Jantung Tikus Hidup dari Listrik

Bioengineer membuat ubur-ubur buatan menggunakan silikon dan sel-sel otot jantung dari tikus. Makhluk sintetik dijuluki medusoid tampak seperti bunga dengan 8 kelopak. Ketika ditempatkan dalam medan listrik, maka pulsa dan berenang persis seperti rekannya yang hidup.

"Secara morfologi, kami membangun ubur-ubur. Secara fungsional, kami membangun ubur-ubur. Secara genetik, ini adalah tikus," kata Kit Parker, biofisikawan di Harvard University di Cambridge, Massachusetts.

Ketika membiarkan ciptaannya bebas dalam tangki, otot secara spontan mulai mengembang. Medan listrik untuk mendorong secara kinetika ubur-ubur hidup. Kunci pendekatan berfokus pada propulsi fungsi otot, bukan pada bentuk saja.

Baca selengkapnya: Cyborg dan Frankenstein Ubur-ubur Medusoid

Wahana NASA Voyager bersiap ke Ruang Antar Bintang

Wahana NASA Voyager bersiap menyeberang untuk keluar Tata Surya. Tahap akhir perjalanan terakhir NASA Voyager di perbatasan sebelum mencapai ruang antar bintang akan terjadi dalam waktu dekat. Teknologi buatan manusia yang paling jauh menempuh perjalanan.

Di jalan keluar dari tata surya, Voyager 1 mengalami tanda-tanda "magnetic highway" dari partikel bermuatan. Petunjuk bahwa pesawat ruang angkasa mungkin tidak jauh lagi untuk pergi sebelum mencapai ambang ruang antar bintang.

Baca selengkapnya: Voyager di Heliosphere Ke Ruang Antar Bintang

Untuk Top Sains 2013 dan seterusnya kunjungi di sini: Top Sains
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment