Aerodi Tupai Terbang Glaucomys sabrinus

Tinuku
News KeSimpulan.com - Tupai terbang (Glaucomys sabrinus) mengatur kecepatan dan dinamika penerbangan. Tupai terbang, sekelompok suku dari 44 spesies keluarga Sciuridae.

Tupai mungkin ceroboh dengan melemparkan diri ke udara, tetapi sebuah tim melaporkan ukuran dan siasat tertentu. Tupai memanipulasi membran berbulu yang membentang antara pergelangan tangan dan kaki untuk kontrol kecepatan dan arah penerbangan.

Bajing terbang (Glaucomys sabrinus) tidak mampu memompa tenaga untuk terbang. Sebaliknya mereka meluncur di antara pohon-pohon.

Para penerbang menjelajah hingga sejauh 90 meter. Posisi dua lengan dan kaki menjadi perangkat untuk mengendalikan arah dan kecepatan.

Ekor berbulu menstabilkan penerbangan dan bertindak sebagai tambahan airfoil bahkan bekerja sebagai rem udara ketika mendarat di sebuah batang pohon.

Para ilmuwan menyiapkan kamera video di hutan Maine. Lintasan penerbangan dibandingkan dengan simulasi aerodinamika. Daripada jelajah udara pada kecepatan konstan, tupai terus memodulasi kecepatan dan arah untuk mencapai jarak dan angkatan.

Strategi yang bertentangan dengan model aerodinamika evolusi penerbangan yang mengasumsikan bahwa transisi dari meluncur ke pengepakkan secara mekanis canggung dan membuat tidak stabil.

Tupai memiliki kemampuan sensitivitas dan fisik untuk menyesuaikan membran agar terbang lebih tepat yang membawa wawasan bahwa dunia glider mungkin prekursor evolusioner untuk makhluk flash seperti kawan kelelawar dan burung.
Joseph W. Bahlman (Department of Ecology and Evolutionary Biology, Brown University, Providence, RI 02912, USA) et.al. Glide performance and aerodynamics of non-equilibrium glides in northern flying squirrels (Glaucomys sabrinus). Journal of the Royal Society Interface, December 19, 2012, DOI:10.1098/rsif.2012.0794

Gambar : En Wikipedia
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment