Deep Space Industries Menambang Asteroid

Tinuku
News KeSimpulan.com - Eksplorasi asteroid komersial menjadi perlombaan dengan pendirian perusahaan kedua yang berfokus pada pertambangan batuan ruang angkasa dekat Bumi.

Perusahaan yang baru didirikan berencana untuk survei asteroid, sumber daya dan memproduksi bahan baku di ruang angkasa. Deep Space Industries (DSI) berbasis di Virginia, mengadakan konferensi pers di Santa Monica Museum of Flight di California, Selasa.

"Rencana bisnis kami masuk ke bidang ini," kata Rick Tumlinson, founder dan chairman DSI.

Pengumuman DSI menjadi perusahaan komersial kedua yang fokus untuk menambang asteorid.

Tahun lalu Planetary Resources yang berbasis Washington mengumumkan rencana pertama menambang logam mulia dan material lainnya.

Asteroid berpotensi menyimpan material berharga termasuk nikel, air dan gas yang digunakan untuk membuat bahan bakar bagi misi luar angkasa masa depan. Tetapi memiliki nilai bisnis jika material tersebut sudah berada di ruang angkasa.

"Satu ton material khas asteroidal di Bumi bernilai US$4000 tetapi di orbit US$1 juta," kata Mark Sonter, anggota dewan direksi yang DSI.

Sebagai langkah pertama, DSI berencana meluncurkan 3 satelit seukuran laptop disebut FireFlies tahun 2015 untuk mengamati asteroid dekat Bumi dan mengidentifikasi target terbaik untuk pertambangan.

Tahun 2016 berencana meluncurkan wahana DragonFly untuk membawa sampel seberat 23 hingga 45 kilogram ke Bumi. Tahun 2020, perusahaan berharap memulai panen asteroid khususnya produk baku bahan bakar.

DSI mengharapkan klien pertama pemilik satelit komunikasi yang membutuhkan propelan di orbitnya. DSI juga mengembangkan printer 3D berbasis ruang disebut MicroGravity Foundry untuk menggiling asteroid ke dalam barang-barang manufaktur.

Perusahaan tersebut juga ingin membangun platform pengorbit yang dapat mengirim data internet berkecepatan tinggi dan pengembangan energi surya murah ke mana saja di Bumi.

Persaingan bisnis asteroid semakin keras. Larry Page (pendiri Google), Eric Schmidt (direktur Google) dan Charles Simonyi (mantan kepala arsitek Microsoft) memiliki misi yang sama dengan mengirim teleskop ruang untuk mendeteksi bantalan logam mulia dalam asteroid.

Deep Space Industries (DSI) http://deepspaceindustries.com/
Planetary Resources http://www.planetaryresources.com/

Video: DeepSpaceIndustries http://www.youtube.com/user/DeepSpaceIndustries

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment