Survival Gajah Afrika Loxodonta africana

Tinuku
News KeSimpulan.com - Gajah Afrika (Loxodonta africana) membuat trek panjang di gurun untuk survival. Gajah perlu konsumsi minimal 100 liter air dan 100 kilogram vegetasi harian.

Namun populasi kecil dari 350 gajah berhasil bertahan hidup di wilayah Gourma Mali yang keras, di sebelah selatan Sungai Niger, di mana suhu melonjak ke 50oC dan vegetasi jarang. Curah hujan juga terbatas dengan akumulasi tahunan 110 mm di utara dan 600 mm di selatan.

Peneliti melengkapi GPS untuk 9 Gajah Afrika (Loxodonta africana), 4 perempuan di 4 kawanan yang terpisah, dan 5 laki-laki yang dipilih secara acak.

Gerakan dilacak selama 2 tahun penuh. Data menunjukkan gajah melintasi Gourma seluas 32.000 kilometer persegi.

Cakupan terbesar yang pernah dilaporkan pada gajah dalam pencarian makanan dan air. Rentang gajah 150% lebih luas dari laporan gajah di gurun Namibia.

Para gajah mengikuti rute melingkar melewati padang pasir, menuju selatan pada awal musim hujan bulan April atau Mei dan kembali ke utara tahun berikutnya dalam pencarian tanaman tertentu.

Gajah-gajah Gourma diyakini menjadi yang terakhir dari ternak yang berkisar di seluruh Afrika Utara dan ke Pegunungan Atlas. Temuan dapat membantu konservasionis seperti gajah menghadapi tekanan baru atas perubahan iklim dan pemukiman manusia.
Jake Wall (Lab for Advanced Spatial Analysis, Department of Geography, University of British Columbia, 1984 West Mall, Vancouver B.C., Canada V6T 1Z2; Save the Elephants, P.O. Box 54667, Nairobi 00200, Kenya) et.al. Characterizing properties and drivers of long distance movements by elephants (Loxodonta africana) in the Gourma, Mali. Biological Conservation, Volume 157, January 2013, Pages 60-68, DOI:10.1016/j.biocon.2012.07.019

Gambar : Chyulu Smith
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment