Asal-Usul Evolusioner Konsumsi Alkohol

Tinuku
News KeSimpulan.com - Asal-usul konsumsi alkohol dilacak ke kera leluhur. Makan buah fermentasi dari tanah membuka jalan bagi kemampuan tubuh untuk mencerna etanol.

Kemampuan memetabolisme etanol (alkohol dalam bir dan anggur) mungkin berasal dari leluhur simpanse, gorila dan manusia sekitar 10 juta tahun lalu ketika nenek moyang ini menjadi lebih terestrial dan mulai makan buah fermentasi di tanah.

Steven Benner, kimiawan Foundation for Applied Molecular Evolution di Gainesville, Florida, membangkitkan enzim metabolisme alkohol primata punah.

Dengan menyusun kode genetik enzim dan dibangun di laboratorium untuk mengetahui bagaimana perubahan dari waktu ke waktu.

Benner mempresentasikan temuan pada annual meeting of the American Association for the Advancement of Science, 15 Februari di Boston.

"Ini seperti ruang sidang untuk memberlakukan kembali apa yang terjadi dalam evolusi," kata Romas Kazlauskas, biokimiawan University of Minnesota di Minneapolis.

Hari ini manusia bergantung pada enzim yang disebut dehydrogenase 4 atau ADH4 untuk memecah etanol. Enzim adalah umum di seluruh perut, kerongkongan dan usus dimana enzim metabolisme alkohol pertama yang datang ketika seseorang minum.

Di antara primata, tidak semua ADH4 sama, beberapa tidak efektif memetabolisme etanol. Untuk melihat bagaimana evolusi ADH4, Benner dan rekan membaca bentangan DNA pengkode ADH4 di 27 spesies primata modern termasuk lemur, monyet dan manusia.

Kemudian memetakan sekuen DNA ke dalam pohon keluarga dan menyimpulkan gen pada titik-titik di mana pohon evolusi bercabang. Poin bercabang merupakan nenek moyang primata punah. Kebanyakan leluhur primata tidak mampu memetabolisme etanol.

Tapi pada titik percabangan mengarah ke gorila, simpanse dan manusia, enzim menjadi digester alkohol yang kuat. Dibandingkan dengan enzim sebelumnya, evolusi enzim 50 kali lebih efisien dan hampir mampu memecah tingkat etanol dalam minuman modern.

Karena gorila, simpanse dan manusia menghabiskan setidaknya beberapa waktu di tanah, Benner berpikir gaya hidup terestrial muncul pada leluhur primata ini sekitar 10 juta tahun lalu. Di tanah, leluhur menemukan buah jatuh dari pohon yang diserang ragi dan fermentasi gula ke dalam etanol.

Ini juga dapat menjelaskan mengapa kemampuan memetabolisme etanol tidak berevolusi pada primata pohon seperti orangutan yang jarang makan fermentasi buah. Tapi peneliti lain skeptis dan berdebat apakah leluhur benar-benar arboreal atau berbagi waktu di tanah

"Tidak banyak bukti fosil dari periode waktu ketika manusia, gorila dan simpanse memiliki leluhur yang sama. Kita akan mengevaluasi dengan bukti yang lebih baik dengan menemukan lebih banyak fosil dari jangka tersebut," kata Jeremy DeSilva, antropolog Boston University.

Steven Benner. Paleogenetics and the history of alcohol in primates. American Association for the Advancement of Science annual meeting. Presented February 15, 2013.

Abstrak : http://aaas.confex.com/aaas/2013/webprogram/Paper8851.html
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment