Evolusi Jambul Merpati Mutasi Gen EphB2

Tinuku
News KeSimpulan.com - Jejak bulu merpati terkemuka dalam satu gen. Mutasi muncul hanya sekali dan menyebar melalui pemuliaan. Perubahan gen tunggal semua merpati jambul.

Banyak keturunan Merpati Batu memiliki jambul, meskipun mereka berasal dari berbagai cabang pohon keluarga merpati. Jadi sebuah kejutan bahwa semua burung berutang budi bulu mewah untuk mutasi yang sama pada gen EphB2.

Mutasi muncul sekali dan menyebar ke berbagai jenis merpati melalui program pemuliaan.

Tapi masih teka-teki apakah mutasi muncul saat leluhur liar ataukah bermunculan setelah domestikasi.

Sebagai spesies berbeda berevolusi, beberapa ciri muncul lagi dan lagi.

Para ilmuwan berebat apakah setiap kejadian berasal dari mekanisme genetik yang sama seperti pada merpati atau dari mutasi yang berbeda dengan hasil yang sama. Temuan merpati dapat membantu menjawab pertanyaan pada spesies lain.

Penentuan gen yang melatarbelakangi warna bulu, ornamentasi atau karakteristik lain dalam spesies mungkin memberi petunjuk munculnya fitur serupa pada burung liar. Cardinal dan blue jays juga memiliki jambul.

Namun tidak ada yang tahu apakah mereka muncul berkat perubahan gen yang sama seperti dilakukan pada merpati. Ataukah tweak di beberapa gen bisa memberikan burung liar terhadap gaya khas mereka.

"Kami masih tidak tahu apakah genetika spesies domestik lebih sederhana dibanding spesies liar," kata Scott Edwards, evolusionis Harvard University.

Michael Shapiro, biolog University of Utah, dan rekan mengekstrak genom Merpati Tumbler Denmark. Blueptrint menjabat sebagai acuan untuk menyusun genom 40 Merpati Batu lainnya. semua anggota spesies Columba livia termasuk individu dari 36 keturunan dan 2 merpati liar.

Merpati Batu mencapai lebih dari 350 keturunan termasuk merpati yang akrab di taman. Semua merpati liar berutang setidaknya beberapa warisan yang lolos sebagai unggas peliharaan terutama Merpati Homer yang dibiakkan untuk balapan.

Shapiro tertarik pada gen yang memunculkan ciri-ciri fisik untuk menyelidiki bulu jambul karena laporan sebelumnya menunjukkan mungkin hanya 1 gen terlibat. Tapi tidak ada seorang pun menggali jauh ke dalam genetika sehingga tiddak diketahu gen yang terlibat.

"Pasti studi yang sangat menegangkan," kata Edwards.

Pemeriksaan lebih dekat mengungkap semua burung jambul membawa satu perubahan gen EphB2. Mutasi menyebabkan bulu pada leher dan kepala tumbuh ke arah salah yaitu ke atas menuju wajah, bukannya ke bawah menuju batang tubuh.

"Mutasi ini tampaknya menjadi on/off untuk evolusi jambul," kata Shapiro.

Shapiro belum tahu mengapa mutasi hanya mempengaruhi bulu kepala dan leher. Jambul datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Tim mencoba melacak gen-gen modifikasi untuk melihat apakah EphB2 terlibat dalam jambul pada spesies burung lainnya.
Michael D. Shapiro (Department of Biology, University of Utah, Salt Lake City, UT 84112, USA) et.al. Genomic Diversity and Evolution of the Head Crest in the Rock Pigeon. Science, January 31 2013 DOI:10.1126/science.1230422
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment