Gen Bercampur Lebih Cepat dalam Cerita

Tinuku
News KeSimpulan.com - Gen bercampur cepat dibanding cerita rakyat pengantar tidur. DNA lebih mudah melitasi batas-batas budaya dibanding cerita rakyat.

Sebuah cerita rakyat mengisahkan kakak dan adik yang meninggalkan rumah. Adik yang baik kepada orang-orang dan hewan yang ditemuinya dihargai kotak berisi emas. Sedangkan saudaranya yang angkuh dan serakah dihargai kotak berisi ular.

Plot The Tale of The Kind and the Unkind Girls tetap sama tetapi memiliki banyak adaptasi.

Cerita rakyat ini memiliki ratusan varian di seluruh Eropa selama berabad-abad.

Di Nusantara Bawang Merah yang rendah hati dan santun, sedangkan Bawang Putih yang sirik dan nyinyir.

Kemiripan versi tidak hanya tergantung pada seberapa jauh kita hidup tetapi juga pada bagaimana etnis dan bahasa berbeda dalam budaya. Jika cerita rakyat menyebar melalui difusi, kita berharap gradien halus dalam variasi sebagai fungsi jarak.

Sebaliknya, Quentin Atkinson, kulturevolusionis University of Auckland, menemukan perbedaan bahasa antar budaya menciptakan hambatan signifikan untuk difusi. Hambatan bahasa lebih kuat dibandingkan melalui pertukaran gen.

Atkinson dan rekan menggunakan statistik genetika populasi untuk menyelidiki variasi dalam kronik-kronik The Tale of The Kind and the Unkind Girls di 31 populasi Eropa seperti Armenia, Skotlandia, Basque dan Islandia.

"Gradien geografis yang kami temukan serupa dalam skala seperti yang kita lihat dalam genetika. Mungkin ada proses paralel yang bertanggung jawab dalam mencampur informasi genetik dan budaya," kata Atkinson.

Tapi mekanisme tidak identik. Efek batas etnolinguistik lebih kuat untuk cerita rakyat daripada gen. Temuan Atkinson mendukung hipotesis bahwa variasi budaya harus lebih menonjol di antara kelompok-kelompok dari variasi genetik.

"Ini mendukung pandangan budaya bertindak seperti spesies yang berbeda. Kelompok budaya menarik batas cukup ketat di sekitar mereka dan menyerap imigran genetik tanpa menyerap budaya," kata Mark Pagel, bioevolusionis University of Reading.

Cerita rakyat di semua tempat menjadi proxy untuk pertukaran budaya. Kisah dikenal luas dan terdokumentasi dengan koleksi yang membentang di seluruh Eropa. Atkinson menemukan The Tale of The Kind and the Unkind Girls memiliki sekitar 700 varian.

"Beberapa cerita melibatkan 2 sepupu atau saudara daripada anak perempuan. Di tempat lain putri dan gadis pelayan," kata Atkinson.

Ketika arsip digital cerita rakyat semakin tersedia bisa menyediakan alat berharga bagi para peneliti. Namun tidak bisa membandingkan varian sementara mengabaikan konteks sejarah dan modus kinerja untuk studi banding dan evolusi budaya lebih kuantitatif.

"Folk tales dapat ditularkan di seluruh dunia. Plot dapat tetap sama, sementara karakter dan atribut lainnya berubah untuk menyesuaikan ciri-ciri budaya daerah," kata Hans-Jörg Uther, kulturis University of Göttingen.
Robert M. Ross (Department of Cognitive Science, ARC Centre of Excellence in Cognition and its Disorders, Macquarie University, Sydney, New South Wales 2109, Australia) et.al. Population structure and cultural geography of a folktale in Europe. Proceedings of the Royal Society B, 7 April 2013 vol.280 no.1756 20123065, February 6, 2013 DOI:10.1098/rspb.2012.3065
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment