Konfirmasi Perkuat Asteroid Pembunuh Dino

Tinuku
News KeSimpulan.com - Bukti konfirmasi menguatkan dampak asteroid yang merusak ekosistem Bumi dan benar-benar menyapu habis dinosaurus 66.038.000 tahun lalu.

Menggunakan teknik dating resolusi tinggi peluruhan radioaktif yang mengukur akun rasio 2 isotop argon, sebuah tim menganalisis 14 sampel material yang terlempar dari situs dampak tepat di utara Semenanjung Yucat√°n yang dipukul asteroid.

Dating bila dikombinasikan dengan analisis serupa sebelumnya dari situs Chicxulub, sebuah desa di Meksiko, menjadi sekitar 66.038.000 tahun lalu.

Asteroid selebar 15 kilometer yang meluncur mengakibatkan kepunahan massal yang disebut sebagai Cretaceous-Paleogene Boundary.

Adegan menghancurkan hampir 75% spesies planet termasuk semua dinosaurus. Burung dianggap sebagai satu-satunya yang selamat di antara dinosaurus.

Asteroid mengakibatkan kawah selebar lebih 180 kilometer di dekat Chicxulub. Dampak mengakibatkan pelepasan sejumlah besar energi lebih dari 100 triliun ton TNT atau lebih dari 1 miliar kali bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki.

Laporan sebelumnya menunjukkan dampak Chicxulub terjadi setelah 300.000 tahun atau 180.000 tahun kepunahan massal akhir Cretaceous. Tapi laporan terbaru menggunakan dating presisi tinggi radiometrik puing-puing bahwa dua peristiwa terjadi tidak lebih dari 33.000 tahun.

"Kami menunjukkan dampak dan kepunahan massal dengan teknik dating yang ada," kata Paul Renne, geolog University of California Berkeley.

Jika sebuah asteroid berukuran sekitar 10 km memukul Bumi, sejumlah besar puing berhamburan ke atmosfer yang menjelaskan kelimpahan iridium secara tiba-tiba. Peristiwa ini juga menjadi berita sangat buruk bagi kawan nasib dinosaurus.

Puing-puing di atmosfer mengaburkan cahaya Matahari untuk jangka waktu bertahun-tahun yang memicu suhu menjadi jauh lebih dingin. Hal ini juga menjelaskan tanaman tidak dapat berfotosintesis sehingga menyebabkan krisis yang memusnahkan herbivora.

Renne dan rekan menggunakan peluruhan radioaktif sangat lambat dari beberapa atom kalium untuk membentuk argon selama periode puluhan juta tahun. Dengan melihat berapa banyak argon terakumulasi dalam batuan tertentu, tim tiba di waktu paling tepat.

Peristiwa kepunahan sudah berlangsung sebelum dampak asteroid Chicxulub, mungkin karena perubahan iklim Bumi. Populasi dinosaurus sudah berjuang untuk bertahan hidup sebelum asteroid menghantam, tetapi rekening tambahan yang dipicu asteroid memberikan pukulan fatal.
Paul R. Renne (Berkeley Geochronology Center (BGC), 2455 Ridge Road, Berkeley, CA 94709, USA; Department of Earth and Planetary Science, University of California, Berkeley, CA, 94720, USA) et.al. Time Scales of Critical Events Around the Cretaceous-Paleogene Boundary. Science, 8 February 2013: Vol.339 no.6120 pp.684-687, DOI:10.1126/science.1230492

Gambar: Paul Renne
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment