Leluhur Mamalia Plasenta Pasca Dinosaurus

Tinuku
News KeSimpulan.com - Nenek moyang dari semua mamalia plasenta hari ini mungkin tidak pernah berbagi tempat di Bumi dengan dinosaurus.

Pohon keluarga baru menggaris leluhur hewan pengerat, sapi hingga manusia tidak muncul sampai kepunahan dino. Tyrannosaurus rex mungkin tidak pernah memiliki kesempatan untuk meneror kakek-nenek tikus, kelinci atau primata.

Sebuah pohon keluarga baru menggunakan data anatomi dan genetik garis keturunan mamalia plasenta modern.

Mereka yang melahirkan muncul berevolusi dengan setelah dinosaurus punah 65 juta tahun lalu.

Laporan baru menambah perdebatan atas munculnya berbagai keluarga yang mencakup paus, kucing, kelelawar, kuda hingga manusia.

Sejak tahun 1990-an beberapa ilmuwan menyimpulkan pohon keluarga sebagian besar didasarkan pada bukti molekuler setidaknya beberapa garis keturunan mamalia plasenta modern selama periode Cretaceous.

"Apa yang baru, analisis dilakukan didukung catatan fosil," kata Ken Rose, paleontolog Johns Hopkins University School of Medicine.

Mamalia nokturnal bergerilnya sedini 100 juta tahun lalu selama regim pemerintahan dinosaurus. Tapi paleontolog skeptis karena tidak menemukan fosil menyerupai mamalia lebih tua dari 65 juta tahun. Sedangkan beberapa biolog molekular tidak yakin.

"Laporan ini benar-benar tidak menambahkan sesuatu yang baru untuk menyelesaikan perdebatan," kata Olaf Bininda-Emonds, biolog University of Oldenburg di Jerman.

Untuk membangun pohon keluarga, Maureen O'Leary, paleontolog Stony Brook University di New York, dan rekan mulai dengan 46 spesies mamalia hidup termasuk mamalia plasenta, berkantung dan bertelur. Analisis juga termasuk fosil 40 spesies punah.

Untuk menentukan keterkaitan spesies satu sama lain, O'Leary melihat perbedaan gen 27 di spesies hidup. Tim juga menganalisis 4541 ciri fisik dalam tulang, gigi dan jaringan lunak mamalia hidup dan punah. Beberapa pohon keluarga sebelumnya telah dikombinasikan bukti molekuler dan anatomi.

Menggunakan pengukuran baru dan temuan sebelumnya, O'Leary menciptakan dataset terbesar ciri-ciri fisik mamalia 10 kali data anatomi pohon keluarga sebelumnya di MorphoBank. Data genetik dan bobot anatomi yang sama dalam membangun pohon.

Setelah pohon terbentuk, tim menggunakan dating spesies fosil dan di mana mereka duduk di pohon hingga hari ini dalam cabang-cabang pohon. Fosil tertua yang dikelompokkan sebagai mamalia plasenta pertama muncul 64 juta tahun lalu.

"Waktu bertepatan dengan lenyapnya dinosaurus dan perubahan ekosistem pasca-kepunahan yang mungkin membuka peluang bagi mamalia plasenta," kata Jaelyn Eberle, paleontolog vertebrata University of Colorado Boulder.

Namun peneliti lain tetap skeptis.

Laporan baru tidak menyelesaikan masalah mendasar bagaimana asal-usul mamalia plasenta sampai hari ini.

Penggunakan fosil untuk membangun pohon keluarga merupakan masalah rumit karena evolusi konvergen.

"Saya tidak berpikir konvergensi efektif ditangani," kata Mark Springer, bioevolusionis University of California Riverside.

Dua spesies berbeda yang punah bisa keliru dikelompokkan dalam keluarga yang sama. Spesies dengan ciri-ciri fisik yang sama tetapi berevolusi secara independen. Jadi bukan karena berasal dari leluhur yang sama.

Masalah evolusi konvergen bisa dikurangi dengan bukti stabil mutasi genetik untuk mengukur penyimpangan garis keturunan meskipun metode juga memiliki kelemahan seperti tingkat mutasi konstan yang sesungguhnya dapat berubah pada waktu dan gen berbeda.

"Jika paleontolog tidak menemukan dalam 20 sampai 30 tahun ke depan maka saya akan beralih kamp dan mengatakan kita perlu memeriksa model molekuler," kata Bininda-Emonds.

MorphoBank http://morphobank.org/

Maureen A. O'Leary (Department of Anatomical Sciences, School of Medicine, HSC T-8 (040), Stony Brook University, Stony Brook, NY 11794-8081, USA; Division of Paleontology, American Museum of Natural History, 79th Street and Central Park West, New York, NY 10024–5192, USA) et.al. The Placental Mammal Ancestor and the Post-K-Pg Radiation of Placentals. Science 8 February 2013: Vol.339 no.6120 pp.662-667, DOI:10.1126/science.1229237

Gambar: S. Goldberg and M. Novacek/AMNH (atas); Carl Buell (bawah)
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment