Kawah Dampak Kosmik Peraduan Kuno

Tinuku
News KeSimpulan.com - Kawah mungkin menjadi peraduan kehidupan awal. Panas dari kecelakaan kosmik bisa memelihara organisme kuno.

Meteorit yang memukul di awal sejarah Bumi menciptakan kehangatan, lingkungan berair menguntungkan bagi kehidupan purba. Laporan baru dari sebuah kawah di Finlandia yang menunjukkan aktivitas hidrotermal berlangsung hingga 1,6 juta tahun.

Span waktu setidaknya 10 kali lebih lama dari teori yang disarankan, memberi banyak waktu bagi kehidupan untuk muncul dan menyebar.

Kawah kuno di Mars mungkin juga rumah bagi aktivitas hidrotermal, tempat yang baik untuk mencari tanda-tanda kehidupan.

Karena sistem hidrotermal banyak memunculkan garis keturunan kehidupan yang paling kuno, banyak biologi berpikir organisme pertama muncul di sana.

Gunung berapi yang paling banyak mendorong aktivitas hidrotermal saat ini seperti sumber air panas Guci lereng Gunung Slamet. Tapi ketika kehidupan berevolusi 3,8 miliar tahun lalu, seringnya dampak pukulan planet jadi sumber terbesar aktivitas hidrotermal.

"Sekarang kita tahu, Anda mendapatkan waktu pendinginan dari 1 juta tahun dan lebih, kawah tempat sangat baik untuk mencari tanda-tanda kehidupan di Bumi dan mungkin di Mars juga," kata Fred Jourdan, geolog Curtin University.

Energi dari batuan peristiwa seperti di Rusia meleleh dan air panas beredar melalui kerak Bumi. Lingkungan hidrotermal menjadi nyaman, habitat pelindung di mana kehidupan organisme muncul atau setidaknya berkembang dan berevolusi.

"Dampak asteroid dan komet menghasilkan sejumlah besar panas, mencair batuan sekitarnya," kata Jourdan.

Aktivitas geologi menghapus sebagian besar kawah di planet ini. Tetapi para ilmuwan memperkirakan kawah Sudbury di Kanada selebar 250 kilometer menjadi tempat aktivitas hidrotermal untuk 1 juta tahun atau lebih setelah terbentuk sekitar 1,85 miliar tahun lalu.

Martin Schmieder (School of Earth and Environment, University of Western Australia, 35 Stirling Highway, Crawley, 6009 WA, Australia; Western Australian Argon Isotope Facility, Department of Applied Geology and JdL Centre, Curtin University, GPO Box U1987, Perth, WA 6845, Australia) et.al. The Lappajärvi impact structure (Finland): Age, duration of hydrothermal crater cooling, and implications for life. Geochimica et Cosmochimica Acta, 19 February 2013, DOI:10.1016/j.gca.2013.02.015
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment