Sidik Jari Materi Gelap dari Detektor AMS

Tinuku
News KeSimpulan.com - Materi gelap yang sulit dipahami di cakrawala. Para ilmuwan mungkin semakin mendekati pencarian materi gelap yang tak pernah terlihat.

Sifat materi gelap yang sulit dipahami mengelilingi galaksi dalam halo dan diyakini menyusun seperempat alam semesta. Salah satu teka-teki paling penting dalam fisika karena identifikasi akhir material misterius ini dapat membuka wawasan multi-verse.

Satu tim internasional mungkin menangkap jejak fisik pertama sidik jari materi gelap yang memukul Alpha Magnetic Spectrometer (AMS).

AMS detektor spektrometer fisika partikel paling sensitif yang pernah dikirim ke ruang angkasa onboard di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

AMS menjaring sinar kosmik yaitu partikel bermuatan berenergi tinggi yang menembus ruang sebelum berinteraksi dengan atmosfer Bumi.

Para ilmuwan di CERN dalam pengumuman resmi mengatakan 25 miliar peristiwa dicatat AMS, 6,8 juta darinya jelas elektron dan anti-materi positron. Masih ada kesempatan sinyal dari pulsar atau bintang-bintang neutron yang memancarkan radiasi elektromagnetik.

"Detektor partikel AMS memberitahu kita secara meyakinkan apakah positron ini sinyal materi gelap ataukah berasal dari lainnya," kata Samuel Ting, fisikawan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan nobelis fisika 1976.

"Tak ada keraguan, kita akan memecahkan masalah ini. Para ilmuwan menaruh harapan pada AMS karena akurasinya tak tertandingi oleh eksperimen lain," kata Ting.

"Bukti mendukung keberadaan materi gelap tapi tidak bisa mengesampingkan asal-usul lain seperti pulsar. Para ilmuwan sedang menunggu lebih banyak data.
Temu," kata Ting.
M. Aguilar (Centro de Investigaciones Energ√©ticas, Medioambientales y Tecnol√≥gicas, CIEMAT, E-28040 Madrid, Spain; European Organization for Nuclear Research, CERN, CH-1211 Geneva 23, Switzerland) et.al. First Result from the Alpha Magnetic Spectrometer on the International Space Station: Precision Measurement of the Positron Fraction in Primary Cosmic Rays of 0.5–350 GeV. Physical Review Letters, published 3 April 2013, DOI:10.1103/PhysRevLett.110.141102

Gambar: NASA
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment