Tes Einstein dalam Pulsar Masif

Tinuku
News KeSimpulan.com - Teori Einstein lulus tes angkasa. Sistem bintang aneh terdiri 2 bintang mati 7000 tahun cahaya menempatkan teori relativitas umum Einstein diuji dalam kondisi paling ekstrim.


Bintang biner besar adalah tes terbaru untuk teori gravitasi Einstein tapi spiral pulsar dan kerdil putih terhadap satu sama lain atau biner sangat berat belum diprediksi oleh relativitas umum.

Teori Albert Einstein tentang gravitasi harus lulus uji astrofisika ketika memprediksi bagaimana pasangan erat mengorbit dari padat ke spiral terhadap satu sama lain. Temuan mengesampingkan subclass teori pesaing gravitasi.

"Sistem ini memberi kesempatan langka untuk membatasi banyak model gravitasi non-Einstein," kata Alan Kostelecký, fisikawan teoritis Indiana University di Bloomington.

Tim ilmuwan internasional menemukan 1 bintang neutron luar biasa berat yang berputar 25 kali setiap detik karena diorbit oleh pendamping 1 kerdil putih sekali setiap 2/5 jam. Pengamatan sistem PSR J0348+0432 konsisten dengan Einstein.

"Saya mengamati sistem dengan mencari perubahan cahaya yang dipancarkan kerdil putih yang disebabkan oleh gerakannya di sekitar pulsar," kata John Antoniadis, fisikawan Max Planck Institute for Radioastronomy di Bonn, Jerman.

"Pulsar cukup berat. Ini 2 kali massa Matahari sehingga bintang neutron paling masif yang kita tahu dan juga sangat baik untuk laboratorium fisika dasar," kata Antoniadis.

Bintang neutron adalah jenazah sangat padat dari sebuah bintang yang jauh lebih masif dari massa Matahari, sedangkan bintang kerdil putih adalah core mati dari bintang seukuran kelas Matahari.

Jika keduanya saling mengorbit manjadi kandidat sistem ideal untuk menguji Teori Relativitas Umum yang diusulkan Einstein pada tahun 1915 untuk menjelaskan gravitasi dan efek massa pada struktur ruang-waktu.

Ini perluassn teori relativitas khusus yang menjelaskan cahaya dan kekuatan elektro-magnetik. Antoniadis dan rekan mampu mengukur peluruhan 2 orbit bintang sebagai gelombang gravitasi yang diboyong energi dari sistem.

"Mekanika kuantum sangat baik diuji di laboratorium sampai 20 desimal. Sedangkan relativitas begitu keras, Anda tidak memiliki lubang hitam di laboratorium," kata Paul Francis, astrofisikawan Australian National University Mount Stromlo Observatory.

"Ini hanya diuji untuk sekitar 2 desimal, orang agak tidak yakin tentang bagaimana relativitas. Tapi dengan menambahkan desimal di tempat lain dan masih terlihat teori Einstein bekerja," kata Francis.

John Antoniadis (Max-Planck-Institut für Radioastronomie, Auf dem Hügel 69, 53121 Bonn, Germany) et.al. A Massive Pulsar in a Compact Relativistic Binary. Science, 26 April 2013: Vol.340 no.6131, DOI:10.1126/science.1233232

Gambar: Luis Calçada/ESO
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment