Air di Lunar Sitaan dari Bumi

Tinuku
News KeSimpulan.com - Air di Lunar mungkin memiliki asal-usul duniawi. Rasio deuterium hidrogen menunjukkan sumber sama. Air terperangkap jauh di dalam interior Lunar datang seperti air di Bumi.


Bulan Lunar mencuri pasokan air segar dari Bumi ketika satelit terbentuk pasca tabrakan dahsyat 4,5 miliar tahun lalu. Penyelidikan 5 tahun di laboratorium Brown University membalikkan kebijaksanaan umum bahwa Lunar ditakdirkan lahir kering.

"Ini penting dan hasil mengejutkan," kata David Stevenson, planet Caltech.

Alberto Saal, geokimiawan Brown University dan tim menganalisis air di 2 batuan Lunar misi Apollo 1970. Bebatuan mungkin terbentuk dari magma yang terkubur dan dipaksa ke permukaan selama letusan gunung berapi di awal masa Lunar.

Gelembung-gelembung kecil lava mengeras tertanam dalam kristal yang mencegah air dari ventilasi ke ruang angkasa. Tim menganalisa air batu dengan mengukur konsentrasi hidrogen dan deuterium, form hidrogen dengan neutron tambahan.

Rasio kedua isotop mencerminkan asal air dalam sistem Surya. Air di planet gas raksasa dan sebagian komet yang terbentuk di luar tata surya memiliki rasio deuterium untuk hidrogen yang tinggi, sedangkan air Bumi memiliki rasio yang lebih rendah.

Rasio deuterium untuk hidrogen dari sampel Lunar sangat mirip dengan air di Bumi dan di dalam meteorit yang menunjukkan bahwa air di Bumi dan Lunar berasal dari dampak meteorit yang sama ketika dampak miliaran tahun lalu.

Tapi tidak semua orang sependapat. Sampel batuan yang dianalisis Saal jauh lebih kaya air dan molekul-molekul volatil selain ribuan batuan lainnya yang tidak dibawa astronot Apollo. Tidak ada cara untuk membuktikan batuan adalah wakil dari komposisi bayi Lunar.

"Mereka contoh nakal. Saya tidak berpikir sampel mewakili interior Lunar, jadi saya tidak berpikir kita dapat mengatakan apa pun tentang kadar air Lunar," kata Francis Albarede, geokimiawan École Normale Supérieure di Lyon.

Teori paling populer bahwa objek raksasa mungkin seukuran Mars menabrak Bumi bayi 4,5 miliar tahun lalu. Simulasi menunjukkan panas dari dampak menciptakan cincin pengorbit batuan cair di sekitar Bumi yang akhirnya menyatu menjadi Lunar.

Masalahnya suhu ekstrim lebih dari 5.000 derajat Celsius harus menguap setiap air yang ada di Bumi dan objek berdampak meninggalkan struktur kering manjadi Lunar. Tapi Saal yakin air dalam batuan Lunar berasal dari Bumi dan entah bagaimana selamat dari dampak.

"Tidak ada cerita terbentuknya Lunar yang memenuhi segala sesuatu yang kita tahu. Tapi ini baik. Itulah yang mendorong ilmu pengetahuan," kata Stevenson.
Alberto E. Saal (Department of Geological Sciences, Brown University, Providence, RI 02912, USA) et.al. Hydrogen Isotopes in Lunar Volcanic Glasses and Melt Inclusions Reveal a Carbonaceous Chondrite Heritage. Science, May 9 2013 DOI:10.1126/science.1235142
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment