Angin di Atas Neptunus dan Uranus

Tinuku
News KeSimpulan.com - Ledakan angin di Neptunus dan Uranus menjelaskan cuaca planet. Ajaib raksasa es Neptunus dan Uranus kulit tipis cuaca berangin di atas cairan.


Data puluhan tahun Voyager 2 juga bisa untuk memahami dinamika atmosfer gas raksasa alien exoplanet di luar tata surya. Meskipun Neptunus dan Uranus tetangga planet kita sendiri, dinamika atmosfer tetap menjadi misteri diselimuti awan tebal.

"Kami tahu angin tepat di atas dengan melihat gerakan awan tertiup ke sekitar permukaan. Apa yang belum kita ketahui interior atau bahkan tepat di bawah awan yang sulit diukur," kata Adam Showman, planetolog University of Arizona di Tucson.

Di Bumi, Matahari mudah menembus atmosfer tipis ke permukaan berbatu. Tetapi raksasa es pada dasarnya seluruh planet penuh cairan, ilmuwan bahkan tidak yakin di mana atmosfer dimulai. Jet di Neptunus dan Uranus dapat melesat sekitar 1.000 mph dibandingkan dengan Bumi angin sepoy 65 sampai 225 mph.

Medan gravitasi bervariasi tergantung pada jumlah massa di bawahnya. Para ilmuwan menggunakan variasi medan untuk menentukan berapa banyak deformasi angin dan berapa banyak massa di area berangin untuk menjelaskannya.

Lapisan berangin untuk Uranus hanya menyumbang 0,15% terluar dari total massa planet dan Neptunus hampir sama yaitu 0,2%. Paling-paling, mereka menghitung, angin tidak bisa melampaui sekitar 680 mil dalam.

"Kami mengamati ini dengan melihat awan di atmosfer sehingga kita hanya melihat di bagian paling atas. Planet raksasa tidak memiliki permukaan, mereka planet cairan, benar-benar tidak seperti apa yang kita lihat di Bumi," kata Showman.
Yohai Kaspi (Department for Environmental Sciences and Center for Planetary Science, Weizmann Institute of Science, Rehovot 76100, Israel) et.al. Atmospheric confinement of jet streams on Uranus and Neptune. Nature, 15 May 2013, DOI:10.1038/nature12131
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment