Aurornis Xui Burung Paling Awal

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - Makhluk berbulu mengguncang pohon keluarga burung. Fosil Jurassic yang lama meringkuk di museum China mungkin memenuhi syarat sebagai burung pertama.


Spesimen baru mungkin dinosaurus berbulu dan/atau burung Jurassic. Fosil berdating 155 juta tahun membelah paleontolog. Apakah fosil dinosaurus, burung awal ataukah fase keduannya. Jika burung, berarti evolusi penerbang hanya sekali dalam silsilah burung modern.

"Ini burung paling primitif," kata Pascal Godefroit, paleontolog Royal Belgian Institute of Natural Sciences.

Godefroit bersama tim internasional menganalisis spesimen baru yang digali dari formasi Tiaojishan, timur laut China dan diberi nama Aurornis Xui. Tapi tidak semua orang setuju dengan penafsiran Godefroit tersebut.

"Ini burung, tetapi belum burung," kata Luis Chiappe, paleontolog Natural History Museum of Los Angeles County.


Jika Aurornis Xui sebenarnya burung, mungkin memiliki implikasi terhadap Archaeopteryx, burung paling terkenal. Laporan kontroversial tahun 2011 berpendapat Archaeopteryx dan 2 spesimen lainnya adalah dinosaurus berbulu, bukan burung.

Namun, Godefroit mengusulkan Archaeopteryx merupakan evolusi lebih muda dari Aurornis Xui. Jadi jika Aurornis masuk ke dalam silsilah burung, Godefroit berpendapat, maka Archaeopteryx harus juga masuk ke dalam pohon keluarga burung.
.
Tidak ada fosilisasi bulu pada spesimen baru. Godefroit menyelidiki bentuk tulang di daerah panggul sebagai fitur burung meskipun tubuh depan jauh lebih pendek dibanding burung sejati, ekor reptil dan beberapa fitur tengkorak menyarankan dinosaurus.
Pascal Godefroit (Operational Direction ‘Earth and History of Life’, Royal Belgian Institute of Natural Sciences, rue Vautier 29, 1000 Bruxelles, Belgium) et.al. A Jurassic avialan dinosaur from China resolves the early phylogenetic history of birds. Nature, 29 May 2013, DOI:10.1038/nature12168
Gambar: Masato Hattori (atas), Thierry Hubin/IRSNB (bawah)
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment