Awan Gas di Antara Galaksi

Tinuku
News KeSimpulan.com - Tempat yang kosong ternyata tidak kosong. Awan hidrogen ditemukan di antara 2 galaksi tetangga memecahkan salah satu misteri alam semesta, dari mana asal materi untuk pembentukan bintang.


Satu wawasan ke dalam struktur hidrogen yang terbentang antara galaksi Andromeda (M31) dan Triangulum (M33), para astronom yakim awan adalah filamen gas intergalaksi dan karena itu potensi sumber bahan bakar pembentukan bintang masa depan di antara M31 dan M33.

"Kita telah mengenal beberapa waktu banyak peregangan alam semesta tampaknya kosong tetapi patch menyebar panas, hidrogen terionisasi," kata Spencer Wolfe, fisikawan West Virginia University.

"Pengamatan sebelumnya dari plot antara M31 dan M33 menunjukkan dingin, tapi kita tidak bisa melihat detail untuk menentukan apakah memiliki struktur definitif atau diwakili tipe baru fitur kosmik," kata Wolfe.

"Kami mampu mendeteksi konsentrasi diskrit hidrogen netral yang muncul dari apa yang dianggap sebagai bidang tanpa sifat gas," kata Wolfe.

Dua galaksi terletak masing-masing 2,6 dan 3 juta tahun cahaya dari Bumi, anggota Kelompok Lokal galaksi yang juga termasuk Bima Sakti. Sementara hidrogen berlimpah di seluruh kosmos, sinyal samar sangat sulit diidentifikasi.

Hidrogen terionisasi hampir tak terlihat, tetapi menggunakan Green Bank Telescope Radio di West Virginia, Wolfe dan rekan mampu mendeteksi sinyal untuk hidrogen netral seperti galaksi kerdil berdiameter dari 7800 hingga 21.000 tahun cahaya.

Pada tahun 2004 Robert Braun, astronom CSIRO Astronomy and Space Science, melaporkan pertama kali deteksi tanda-tanda hidrogen di wilayah antara M31 dan M33 yang akhirnya menjadi teka-teki beberapa waktu bagaimana hidrogen juga mengubah gambaran tentang evolusi galaksi.

"Fakta bahwa dalam bentuk terionisasi masih banyak gas di sekitar kita bahkan hari ini dan apa yang kita lihat sebagai komponen netral hanya sebagian kecil dari keseluruhan," kata Braun.

"Untuk waktu yang lama orang mengira semua tindakan terjadi miliaran tahun lalu, kemudian diganti teori baru bahwa interaksi galaksi adalah mekanisme paling penting melalui kanibalisme galaksi," kata Braun.

"Dan sekarang kita lihat pandangan ketiga di mana lingkungan antar galaksi yang berbeda memainkan peran penting dalam evolusi pengisian bahan bakar yang berkelanjutan bagi galaksi," kata Braum.
Spencer A. Wolfe (Department of Physics, West Virginia University, PO Box 6315, Morgantown, West Virginia 26506, USA) et.al. Discrete clouds of neutral gas between the galaxies M31 and M33. Nature, 08 May 2013, DOI:10.1038/nature12082
Gambar: Bill Saxton, NRAO/AUI/NSF
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment