Paparan Radiasi Tinggi ke Mars

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - Kabar buruk bagi manusia penjelajah Planet Mars. Astronot dipukul ledakan radiasi dosis tinggi dari standar yang diijinkan NASA.

Radiation Assessment Detector (RAD) yang dipasang di kapsul pendarat saat menembus atmosfer Planet Merah dan rover Curiosity mencatat partikel energik seperti sinar kosmik dapat mendatangkan malapetaka pada jaringan biologis halus.


Atmosfer dan medan magnet Bumi memblokir sebagian besar radiasi, namun di Mars terkena dosis lebih tinggi. Selama setahun perjalanan Bumi-Mars dan setiap waktu yang dihabiskan menambahkan lebih banyak eksposur tambahan dosis radiasi 0,66 sievert.

NASA mendefinisikan batas dosis selama karir astronot laki-laki umur 30 sampai 60 tahun yang tidak pernah merokok antara 0,8 hingga 1,2 Sievert. Di Bumi, orang yang mengumpulkan dosis 1 Sievert meningkatkan risiko kanker sebesar 5 persen.

"Jenis-jenis radiasi orang yang pergi ke Mars berbeda dengan di sini, sehingga kita tidak memiliki pengalaman langsung risiko pada kesehatan," kata David Brenner, direktur Center for Radiological Research di Columbia University.

Masing-masing ancaman sedikit berbeda. Sinar kosmik energi rendah Matahari hanya beberapa ratus megaelectron volts (MeV) yang mudah diblokir oleh perisai, tetapi selama flare coronal mass ejection meningkat. Sedangkan sinar kosmik galaksi dapat mencapai 1000 MeV.

"Jika data MSL sesuai pelindung kendaraan astronot di bawah kondisi yang sama, maka dosis masih dapat diterima oleh standar NASA," kata John Charles dari Human Research Program di NASA Johnson Space Center, Houston, Texas.

Tapi masih banyak biologi yang tidak diketahui dalam penerbangan ruang angkasa jangka panjang termasuk kemungkinan kerusakan sistem saraf pusat dan kardiovaskular serta perubahan fisiologis yang mungkin mengubah respon manusia.
C. Zeitlin (Southwest Research Institute, Boulder, CO, USA) et.al. Measurements of Energetic Particle Radiation in Transit to Mars on the Mars Science Laboratory. Science, 31 May 2013: Vol.340 no.6136 pp.1080-1084, DOI:10.1126/science.1235989
Gambar: NASA/JPL-Caltech
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment