Perlawanan Kecoa Blattella germanica

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - Kecoak akhirnya jijik pada gigitan pertama. Perubahan sel-sel rasa membuat umpan perangkap glukosa tidak lagi mempan. Kecoa mengevolusi diri dari racun manis ke dalam daftar rasa pahit.

Pada masyarakat tertentu Kecoa Jerman (Blattella germanica) mengendus madu tapi racun dan pahit jadi madu.

Sel-sel saraf yang biasanya mendeteksi pahit, senyawa berpotensi beracun kini juga untuk menanggapi glukosa. Tidak terpikat!

Reaksi pahit menekan respon manis dari sel-sel saraf lainnya dan kecoak berhenti makan. Biasanya kecoak menyukai gula. Tetapi dengan populasi ini, setetes jelly dengan glukosa di dalamnya membuat mereka kembali berpikir: 'Yak ini racun!

Dalam perlombaan mendominasi dunia, kecoak mencapai titik menghadapi ekspansi Homo sapiens. Rasa jijik pada gula adalah senjata evolusioner ketika pada dekade tahun 1980-an perusahaan pengendali hama memperkenalkan koktail manis dicampur insektisida.

Racun membunuh dalam waktu kurang 1 jam. Jelas sebuah penghinaan pertama kali di awal 1990-an, perangkap tidak lagi membunuh. Kecoa di rumah, kantor dan apartemen di Amerika Serikat muncul generasi baru genetik keengganan pada glukosa dan berkembang sangat cepat.


"Mereka bangkit kembali seolah-olah mendapat sengatan listrik. Perilaku yang sangat jelas. Mereka benar-benar tidak mau menelan," kata Coby Schal, entomologi North Carolina State University.

Evolusi muncul sangat cepat meskipun perkembangan resistensi antibiotik pada bakteri bergerak lebih cepat. Sulit untuk mengetahui berapa persen kecoak menjadi enggan glukosa. Obat anti hama komersial harus mengubah strategi menu umpan.

"Perlombaan senjata antara kita dan kecoak adalah arena bermain yang sangat dinamis," kata Schal.






Ayako Wada-Katsumata, Jules Silverman, Coby Schal (Department of Entomology and W.M. Keck Center for Behavioral Biology, North Carolina State University, Campus Box 7613, Raleigh, NC 27695–7613, USA). Changes in Taste Neurons Support the Emergence of an Adaptive Behavior in Cockroaches, Science, 24 May 2013: Vol.340 no.6135 pp.972-975, DOI:10.1126/science.1234854
Gambar: Ayako Wada-Katsumata and Andrew Ernst
Video: Ayako Wada-Katsumata et.al., Science, DOI:10.1126/science.1234854
YouTube: KeSimpulan.com http://www.youtube.com/user/KeSimpulanTube

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment