Roadmap Plan Kolonialisasi Mars

Tinuku
News KeSimpulan.com - Roadmap membangun koloni Mars yang berkesinambungan. Para ilmuwan dan pemangku kebijakan bertemu di Washington DC pekan lalu dalam acara Human to Mars Summit atau H2M.


Para astronot, peneliti dan perusahaan antariksa ingin memeta jalan ke Planet Merah tahun 2030 lebih dari sekedar kunjungan. Meskipun tidak mudah, membangun pos permanen mungkin satu-satunya kesempatan kesinambungan peradaban.

"Single-planet species don't survive. Itu teorema cukup ketika melihat dinosaurus," kata John Grunsfeld, mantan astronot NASA.

Mars seperti langkah pertama terbaik untuk meninggalkan Bumi satu-satunya di Tata Surya. Tapi membuat Mars sebagai tujuan berkelanjutan membutuhkan kemajuan strategi dan teknologi yang diperlukan untuk lebih sekedar perjalanan one-off.

"Pembenihan koloni butuhkan tempat luas, baik untuk mengakomodasi sistem pendukung kehidupan dan minimalisasi gangguan psikologis," kata David Dinges, psikiater University of Pennsylvania yang bekerja pada proyek Mars 500.

Edwin Aldrin, anstronot Apollo 11, menyarankan pengiriman 3 orang untuk membangun basis 18 di bulan Phobos. Phobos memiliki view konstan ke permukaan Mars dan lebih mudah mendarat sebelum memasang teknologi perisai panas dan retro-roket supersonik.

Tantangan berikutnya adalah pasokan pangan berkelanjutan. Menanam sayuran adalah pilihan tapi harus berurusan dengan radiasi tinggi, tekanan udara rendah dan minim gravitasi. Jika menggunakan tanah Mars, butuh pengetahuan teknologi untuk merespon sulfat dan perklorat.

"Ini era pemahaman organisme pada tingkat genetik," kata Robert Ferl, direktur Interdisciplinary Center for Biotechnology Research di University of Florida Gainesville.

NASA selama ini mengembangkan makanan untuk misi ruang angkasa. Bubuk makanan disterilkan dengan UV, diperkaya nutrisi dan kuat minimal 15 tahun. Tim dari Systems and Materials Research Corporation memproduksinya berupa mie, roti kalkun, pasta kemangi, roti dan kue.

Tapi terpenting dari semua itu yaitu tantangan pemanfaatan ekonomi yang menjadi landasan kolonialisasi Mars untuk menumbuhkan perdagangan antar planet secara berkesinambungan. Koloni tidak hanya mempertahankan diri sendiri jika menemukan sumber daya untuk berdagang dengan Bumi.

"Tampaknya tidak mungkin kecuali biaya transportasi antar planet semakin murah," kata Richard Zurek, anggota Tim Mars di NASA Jet Propulsion Laboratory, Pasadena.

Namun dengan tingginya minat masyarakat dan tren munculnya maskapai swasta yang melayani perjalanan ruang angkasa menunjukkan impian mencapai Planet Mars terus terdorong lebih dekat menjadi kenyataan.

"Dengan menerapkan visi langkah demi langkah kita terjun lebih jauh ke luar Tata Surya," kata Aldrin.

H2M http://h2m.exploremars.org/
Gambar: Mars One http://mars-one.com/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment