Ultrasonik Ngengat Galleria mellonella

Tinuku
News KeSimpulan.com - Ngengat Lilin Galleria mellonella memecahkan rekor pendengaran ultrasound. Perang suara berawal dan serangga merasakan pitches tinggi dibanding spesies lain.


Ngengat mengevolusi diri dengan pendengaran sensitif sebagai probe predator ultrasonik kelelawar. Tapi satu spesies datang dengan seperangkat pra-diadaptasi untuk apa pun yang mungkin membawa kelelawar ke dalam perlombaan senjata evolusioner.

Meskipun telinga sangat sederhana dengan sepasang gendang di panggul yang menggetarkan 4 sel reseptor untuk merasakan frekuensi hingga 300 kilohertz. Di luar jangkauan hewan apapun dan lebih tinggi dari predator kelelawar hingga curut.

"Banyak laporan menyarankan kelelawar mengevolusi panggilan di luar jangkauan pendengaran ngengat. Tapi ngengat ini dapat mendengar kelelawar," kata James Windmill, insinyur akustik University of Strathclyde di Inggris.

Ngengat paling sensitif terhadap frekuensi sekitar 80 kilohertz, frekuensi rata-rata panggilan ketika ritus kawin. Tapi ketika dipapar 300 kilohertz, gendang telinga Ngengat Lilin Galleria mellonella masih bergetar dan neuron tetap terlecut.

Jangkauan pendengaran serangga tertinggi Ngengat Gypsy (Lymantria dispar) dengan frekuensi 150 kilohertz. Beberapa kelelawar membuat dan mendengar panggilan hingga 212 kilohertz. Tapi ngengat lilin dengan mudah menghancurkan kedua rekor.

"Ini kejutan yang dibutuhkan peneliti untuk memikirkan kembali sistem," kata William Conner, biolog komunikasi Wake Forest University di Winston-Salem, North Carolina.

Jangkrik dan Belalang Sembah sensitif pancaran ultrasonik kelelawar, tapi biasanya diuji pada frekuensi di bawah 150 kilohertz. Mengapa ngengat lilin berevolusi untuk mendengar suara bernada tinggi sehingga kelelawar tidak mendengar?

Windmill memiliki penjelasan yang berbeda. Efek samping kepekaan terhadap frekuensi tinggi, gendang telinga bergetar hanya untuk waktu yang singkat setelah dihantam sebuah pulsa suara untuk membedakan antara panggilan kawin spesies sendiri dengan pulsa kelelawar.
Hannah M. Moir (Department of Electronic and Electrical Engineering, Centre for Ultrasonic Engineering, University of Strathclyde, Royal College Building, 204 George Street, Glasgow G1 1XW, UK) et.al. Extremely high frequency sensitivity in a ‘simple’ ear. Biology Letters, Published 8 May 2013 DOI:10.1098/rsbl.2013.0241
Gambar: Andrew Darrington/Alamy
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment