China Luncurkan Shenzhou-10

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - China lebih dekat mewujudkan stasiun ruang angkasa sendiri. Di ruang, China tidak revolusioner, lambat dan bertahap, tapi sangat ambisius.

China luncurkan Shenzhou-10 pada tanggal 11 Juni, lofting 3 taikonot dalam misi 15 hari untuk belajar docking dengan modul mengorbit.

Ini misi terakhir dari 3 uji coba untuk membantu taikonot menguasai keterampilan membangun dan mengoperasikan stasiun ruang angkasa.

China tidak revolusioner tapi terus ke depan. Jika semua berjalan sesuai rencana, misi menandai akhir dari awal lambat tapi stabil penetrasi China menggapai perjalanan antariksa manusia seperti basis Lunar atau Mars yang masuk dalam jangkauan.

Dalam konferensi pers juru bicara program ruang angkasa Wu Ping, mengumumkan Shenzhou-10 lepas landas pada 0938 UTC. Kapsul membawa 2 pria Nie Haisheng dan Zhang Xiaoguang, dan 1 perempuan Wang Yaping. Para taikonot bertemu Tiangong 1 yang telah mengorbit sejak September 2011.


"Ini lambat, program bertahap tapi sangat ambisius. Ada perlombaan ruang AS dan Rusia. Tapi China memiliki politik berbeda karena berada di posisi berbeda," kata Joan Johnson-Freese dari US Naval War College di Newport, Rhode Island.

Para kru akan melakukan 1 docking otomatis dan 1 uji manual. Mereka juga akan menjalankan tes medis dan menyiarkan pelajaran sains untuk mahasiswa di China langsung dari orbit. Stasiun ruang angkasa komplit dijadwalkan kelar tahun 2020

"Apa yang kita lihat komitmen jangka panjang setidaknya 25 tahun," kata Dean Cheng dari Heritage Foundation di Washington DC.

Hari ini program spaceflight manusia NASA berjuang di bawah penyesuaian anggaran dan interes politik. Rencana kembali ke Lunar di bawah George W. Bush berubah menjadi misi berawak ke asteroid di bawah Barack Obama.

"Selama uang melimpah dan stabilitas politik, China mungkin juga mendapat beberapa tempat seperti Mars atau Lunar karena mereka gigih," kata Cheng.




Gambar: Xinhua/AFP/BBC
Video: Rusia Today

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment