Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Hutan yang Sunyi Pertanda Sakit

News www.KeSimpulan.com - Ketika burung menghilang, hutan hujan menderita. Ekosistem adalah kain rajut. Tiap mikroba, burung, pohon, serangga, hewan hingga jamur datang bersama jalinan struktur besar.

Kegaduhan bukan nyanyian alam tapi keheningan di hutan pertanda kepunahan. Kehilangan burung pemakan buah di hutan hujan Atlantik Brasil menyebabkan pohon-pohon palem menghasilkan benih yang lebih kecil selama abad terakhir.


Petak-petak hutan yang terfragmentasi oleh penggundulan, perkebunan kopi dan ladang tebu sejak abad ke-19 menbuat pohon palem menghasilkan biji lebih kecil secara signifikan. Wilayah hutan yang terlalu kecil membuat burung enggan bermukim.

"Biji kecil lebih rentan kekeringan dan tidak dapat tahan perubahan iklim," kata Mauro Galetti, ekolog Universidade Estadual Paulista di São Paulo.

Tidak adanya burung berarti benih yang lebih besar tidak efektif tersebar, sedangkan benih yang lebih kecil rentan terhadap kekeringan sebelum berkecambah. Cerita suram prospek hutan dan spesies bergantung pada kebaikan mereka.

Model iklim memproyeksikan kondisi hangat dan kering di wilayah yang telah kehilangan lebih dari 90 persen tutupan pohon. Galetti dan rekan mengkalibrasi statistik hanya satu spesies palem dalam satu ekosistem, implikasi mungkin jauh lebih luas.

"Hilangnya habitat dan kepunahan spesies membuat perubahan drastis komposisi dan struktur ekosistem karena interaksi ekologi hilang. Kami menyoroti pentingnya identifikasi fungsi kunci untuk mendiagnosa runtuhnya ekosistem," kata Galetti.
Mauro Galetti (Departamento de Ecologia, Universidade Estadual Paulista, Rio Claro, São Paulo, 13506-900, Brazil) et.al. Functional Extinction of Birds Drives Rapid Evolutionary Changes in Seed Size. Science 31 May 2013: Vol.340 no.6136 pp.1086-1090, DOI:10.1126/science.1233774
Gambar: Lindolfo Souto

Artikel Lainnya:

No comments:

Post a Comment