Kerikil Bulat Air Sungai di Mars

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - Analisis rinci foto batuan yang dikirim rover Mars Curiosity tahun lalu merupakan sungai kuno. Kerikil bulat diukir air yang pernah mengalir di Planet Mars.

Bentuk dan berbagai ukuran kerikil dari sebesar partikel pasir hingga sebesar bola golf yang tertanam dalam batuan konglomerasi memungkinkan tim peneliti menghitung kedalaman dan kecepatan air yang pernah mengalir di Planet Merah.


"Kami menyelesaikan kuantifikasi distribusi karakter ukuran dan kebulatan kerikil dan pasir yang membentuk konglomerat tersebut," kata Rebecca Williams, planetolog Planetary Science Institute di Tucson, Arizona.

"Perhitungan dalam kisaran yang sama seperti perkiraan awal. Minimal, sungai mengalir dengan kecepatan orang berjalan 1 meter atau 3 kaki per detik dengan kedalaman setara pergelangan kaki," kata Williams.

Tim dari NASA Mars Science Laboratory dan geolog dari UC Davis memainkan peran kunci dalam memilih Kawah Gale sebagai lokasi pendaratan Curiosity yang paling tepat untuk menemukan batuan dan sedimen paling tidak berdating lebih dari 2 miliar tahun.

Mast Camera (Mastcam) menggali data di 3 lokasi selama 40 hari pertama eksplorasi Mars. Satu, "Goulburn" berbatasan langsung dengan situs pendaratan "Bradbury Landing". Dua lainnya "Link" dan "Hottah" sekitar 50 dan 100 meter ke arah tenggara.

Di Bumi, kerikil bulat hanya terbentuk karena terkikis ketika terangkut melalui aliran air jarak jauh. Di Planet Mars, kasus yang sama ditemukan antara pinggiran bagian utara Kawah Gale dan dasar Gunung Sharp, gunung dengan kawah dalam.

"Batuan konglomerat luar biasa umum seperti deposit aliran sungai di Bumi. Melihat sesuatu yang begitu akrab terjadi juga di dunia lain menjadi menarik dan juga memuaskan," kata Williams.

Selama misi utama 2 tahun, Tim NASA menggunakan 10 instrumen yang dipasang di rover Curiosity untuk menganalisis sejarah lingkungan di Kawah Gale untuk mengidentifikasi bukti kondisi kuno menguntungkan bagi kehidupan mikroba.

"Pembulatan batuan menunjukkan aliran berkelanjutan. Kerikil saling memukul. Arus air membawa kerikil setidaknya beberapa kilometer," kata Sanjeev Gupta dari Imperial College di London.

"Ini bukan one-off flow. Berkesinambungan, pasti kerikil terangkut lebih dari beberapa minggu atau bulan, meskipun kami tidak bisa mengatakan dengan tepat berapa lama," kata Gupta.

Mars Science Laboratory http://mars.jpl.nasa.gov/
R. M. E. Williams (Planetary Science Institute, Tucson, AZ 85719, USA) et.al. Martian Fluvial Conglomerates at Gale Crater. Science, 31 May 2013: Vol.340 no.6136 pp.1068-1072, DOI:10.1126/science.1237317
Gambar: NASA/JPL-Caltech/MSSS and PSI
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment