Neanderthal Juga Sakit Tumor

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - Neanderthal juga menderita kanker. Sekitar 120.000 tahun lalu tulang rusuk sepupu punah manusia didiagnosa neoplasma displastik berserat.

Sekitar 120.000 tahun lalu di wilayah sekarang Kroasia tidak ada bahan kimia industri dan tidak makan mie instant, sirup dengan pewarna atau makanan olahan lainnya. Namun, itu tidak menyelamatkan mereka dari penyakit zaman modern.


Kasus definitif pertama neoplasma displastik berserat tulang rusuk dari situs Krapina mengungkap Neanderthal menderita tumor yang umum diindap manusia modern. Rekor tumor tertua di dunia mendahului laporan sebelumnya berdating 4000 tahun.

"Relatif sedikit diketahui tentang prevalensi kuno. Sangat berguna untuk memahami akar penyakit ini," kata Douglas Ubelaker, antropolog forensik Smithsonian Institution di Washington, DC.

Tulang belulang Krapina digali tahun 1899 hingga tahun 1905. Sebuah gua berlimpah ratusan sisa-sisa Neanderthal. Tapi tulang rusuk diabaikan selama hampir 1 abad hingga akhirnya jatuh juga ke tangan antropolog patologi yang menyelidiki spesimen.

"Tulang rusak panjang sehingga Anda dapat melihat ke dalam ruang sumsum, di mana bahkan pada anak, Anda berharap melihat spons. Tapi di tulang rusuk ini benar-benar kosong," kata David Frayer, antropolog University of Kansas.

Bahkan dengan mata telanjang terlihat area kosong, tumor pernah duduk di sana. Tetapi untuk rincian ukuran dan bentuk, Frayer dan rekan beralih ke x-ray dan CT scan. Karakteristik fisik, jenis dan lokasi konsisten dengan neoplasma displastik berserat.

"Displasia berserat pada manusia modern lebih sering terjadi daripada tumor tulang lainnya. Tetapi bukti untuk kanker sangat jarang dalam catatan fosil manusia," kata Frayer.

Neanderthal memiliki rentang hidup setengah dibanding manusia modern di negara maju.

Mengingat faktor-faktor tersebut, kasus neoplastik seharusnya jarang terjadi pada manusia prasejarah.

Bukti mereka hidup dalam lingkungan tercemar sama seperti manusia modern.

"Terhadap latar belakang ini memberi wawasan baru sejarah asosiasi neoplastik. Sayangnya kita tidak memiliki kerangka lebih," kata Frayer.

Mengetahui neoplasma displastik berserat telah hadir di kerabat prasejarah manusia bisa menjelaskan bagaimana tumor mengkooptasi jalur molekul kuno dalam sel ketika tumbuh dan apakah memiliki gejala penyakit sistemik yang dapat terjadi di samping tumor.

"Selalu ada godaan mencoba menafsirkan. Tapi mereka melakukan pekerjaan yang indah dan hati-hati dalam hal diagnosis diferensial." kata Ubelaker.
Fibrous Dysplasia in a 120,000+ Year Old Neandertal from Krapina, Croatia

Janet Monge1 et.al.
  1. University of Pennsylvania Museum, University of Pennsylvania, Philadelphia, Pennsylvania, United States of America
PLOS ONE, June 5, 2013

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0064539

Gambar: Janet Monge et.al., PLOS ONE, DOI:10.1371/journal.pone.0064539
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment