Sekuen DNA Kuno Evolusi Kuda

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - DNA kuno mengisi lanskap evolusi kuda. Fosil 700.000 tahun membuktikan mikro biologi luar biasa terawat.

Sebuah fosil beku kuda melahirkan sekuen genom tertua. Clocking sekitar 700.000 tahun.

Hampir 10 kali lebih tua dari pemegang rekor sebelumnya genom Homo Denisovan 80.000 tahun, sepupu evolusi punah Neanderthal dan manusia modern.

Usia ekstrim materi genetik membangkitkan asa bahwa ilmuwan dapat menemukan DNA lebih primitif, mungkin satu juta tahun atau lebih. Juga memberi beberapa petunjuk pertama perubahan genetik yang menyertai domestikasi kuda.

Tim peneliti internasional mengekstrak genom kuda Pleistosen Tengah bersama 1 keledai modern dan 5 keturunan kuda domestik kontemporer. Data menarik kembali leluhur tunggal kuda, zebra dan keledai 4 juta hingga 4,5 tahun lalu. Lop 2 kali lebih tua dari laporan sebelumnya.

Metode serupa pernah untuk mencuci potongan-potongan DNA ratusan ribu tahun fosil beruang dalam gua dan core es. Molekul-molekul sampel jauh lebih kecil dari miliaran unit kimia atau nukleotida yang membentuk genom. Set organisme lengkap instruksi genetik.

"Ini benar-benar tidak lebih dari beberapa nukleotida," kata Ludovic Orlando, bioevolusionaris University of Copenhagen.


Jadi Orlando dan rekan terkejut oleh molekul di tulang kaki kuda kuno yang tertimbun permafrost di situs Thistle Creek, Yukon Kanada. DNA yang membeku dalam alam seperti permafrost adalah tempat untuk mencari spesimen benar-benar tua.

"Mereka mengambil keuntungan dari kondisi terbaik. Tapi pertanyaannya tetap, seberapa jauh Anda dapat melakukannya pada non-permafrost?" kata Carles Lalueza-Fox dari Institute of Evolutionary Biology di Barcelona.

Laporan Orlando juga dapat membantu menyelesaikan perdebatan apakah Kuda Przewalski (diucapkan Sheh-val-Skees) Mongolia paling tua. Perdebatan telah lama sulit diselesaikan hingga Orlando dan rekan mengekstrak genom kuda prasejarah untuk dibandingkan dengan Przewalski dan kuda domestik.
Ludovic Orlando (Centre for GeoGenetics, Natural History Museum of Denmark, University of Copenhagen, Ă˜ster Voldgade 5–7, 1350 Copenhagen K, Denmark) et.al. Recalibrating Equus evolution using the genome sequence of an early Middle Pleistocene horse. Nature, 26 June 2013, DOI:10.1038/nature12323
Gambar: Ludovic Orlando (atas) dan Claudia Feh, Association pour le cheval de Przewalski (bawah)
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment