Bipedalisme Terestrial Orangutan

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - Orangutan dari pohon nongkrong di lantai hutan. Orangutan sempurna dibentuk untuk berayun di pohon, tetapi juga menghabiskan waktu berjalan di tanah.

Laporan baru memiliki implikasi dalam melestarikan spesies terancam punah dan mungkin upaya untuk memahami mengapa leluhur kita meninggalkan pohon. Dengan lengan panjang kuat dan kaki pendek membungkuk mudah untuk melihat mengapa orangutan paling arboreal dari semua kera besar.


Tapi di Kalimantan, orangutan kadang-kadang turun ke tanah. Untuk mengetahui seberapa sering meninggalkan kanopi Yaya Rayadin, ekolog Universitas Mulawarman di Samarinda, dan rekan menempatkan kamera berbasis darat 38 kilometer persegi di utara-timur Borneo.

Orangutan tertangkap kamera hampir sama dengan primata darat Monyet Ekor Babi yang berlimpah di sana. Berjalan kaki mungkin menawarkan rute lebih efisien dibanding zig zag di kanopi. Orangutan mungkin sudah memiliki strategi mengatasi deforestasi ketika rumah terfragmentasi.

Hipotesis orangutan menghabiskan proporsi waktu signifikan waktu di tanah bukti baru tansisi evolusioner. Nenek moyang manusia mulai berdiri tegak dengan dua kaki sementara tetap tinggal di pohon seperti yang sesekali dilakukan orangutan hari ini.

Penyelidikan lebih lanjut tentang biaya energi dan manfaat antara di kanopi dan lantai hutan menawarkan cahaya faktor-faktor adaptasi yang mendorong nenek moyang Homo sapiens di pohon mulai bergeser secara permanen ke permukaan tanah.

"Laporan ini menimbulkan beberapa pertanyaan menarik sebagai katalis untuk mencari bukti baru bagaimana dan mengapa bipedalisme terestrial berevolusi pada manusia," kata Tracy Kivell dari University of Kent di Canterbury, Inggris.
Brent Loken (School of Resource and Environmental Management, Simon Fraser University, Burnaby, British Columbia, Canada) et.al. Terrestriality in the bornean orangutan (Pongo pygmaeus morio) and implications for their ecology and conservation. American Journal of Primatology, 19 Jun 2013, DOI:10.1002/ajp.22174
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment