Kolera Mengedit Genom Manusia

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - Kolera mengedit genom manusia. Kolera membunuh ribuan orang per tahun, tapi laporan baru menunjukkan tubuh manusia melakukan perlawanan.

Novel dramatis evolusi manusia di zaman modern. Perang evolusi mencetak variasi gen melawan penyakit. Beberapa orang di Bangladesh merevisi gen agar aman terhadap kolera. Perubahan tampaknya terjadi selama ribuan tahun akibat paparan penyakit.


Kolera menyebar ke seluruh dunia, bahkan memasuki Haiti dengan membonceng pasukan perdamaian PBB di tahun 2010. Namun seleksi alam terjadi di Delta Sungai Gangga India dan Bangladesh yang telah membunuh orang di sana selama lebih dari seribu tahun.

Ketika mereka berusia 15 tahun, setengah dari anak-anak di Bangladesh terinfeksi bakteri penyebab kolera yang menyebar dalam air dan makanan. Mikroba menyebabkan diare deras dan tanpa pengobatan dapat membunuh dalam hitungan jam.

Untuk alasan yang masih belum jelas, orang dengan golongan darah O lebih rentan amukan kolera daripada orang di kelompok golongan darah lainnya. Mungkin bukan kebetulan, Delta Gangga memiliki populasi terendah golongan darah O di dunia.

Fakta kolera mengubah gen populasi menjadi bukti tekanan evolusioner pada orang-orang di wilayah tersebut seperti yang dilakukan orang Afrika terhadap malaria. Banyak orang menderita gejala ringan atau tidak sakit sama sekali menunjukkan mereka memiliki adaptasi untuk melawan bakteri.

Elinor Karlsson, genetikawan komputasi Harvard University di Cambridge, dan rekan menggunakan teknik statistik baru pada titik-titik sekuen genom yang berada di bawah pengaruh seleksi alam dengan meninggalkan jejak di 305 wilayah genom.

"Contoh bagus dampak penyakit menular mengevolusi manusia," kata William Petri dari University of Virginia School of Medicine di Charlottesville.

Individu yang rentan terhadap kolera merespon dengan varian DNA pengkode ion klorida, protein NF-kB dan regulator inflammasome. Laporan sebelumnya menunjukkan orang Afrika mengedit sel sabit allele yaitu varian gen sebagai respon resistensi terhadap malaria.

"Memahami petunjuk dalam respon kebal terhadap kolera memungkinkan para ilmuwan untuk menginduksi semacam perlindungan jangka panjang," kata Karlsson.
Elinor K. Karlsson (Center for Systems Biology, Department of Organismic and Evolutionary Biology, Harvard University, Cambridge, MA 02138, USA; Broad Institute of MIT and Harvard, Cambridge, MA 02142, USA) et.al. Natural Selection in a Bangladeshi Population from the Cholera-Endemic Ganges River Delta. Science Translational Medicine, Vol.5, Issue 192, p.192ra86, DOI:10.1126/scitranslmed.3006338
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment