Lemparan Kuat Saat Homo erectus

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - Evolusi lemparan keras berkembang sejak lama dengan jejak katapel bahu untuk leluhur 2 juta tahun.

Tubuh bagian atas yang bisa melempar benda-benda dengan kecepatan tinggi muncul pertama kalinya pada Homo erectus. Hampir 2 juta tahun lalu H. erectus pemburu mengeksploitasi bahu katapel untuk melempar batu atau tombak kayu ke hewan mangsa.


Tapi setidaknya satu kritikus berpendapat bahwa perubahan tulang belakang memberi kemampuan melempar jarak jauh muncul di kemudian hari pada manusia modern meskipun evolusi melemparkan pada manusia memiliki pijakan simpanse.

"Simpanse jantan dewasa sangat kuat tapi hanya melempar 20 mil per jam, sepertiga kecepatan pitcher Liga Kecil 12 tahun," kata Neil Roach, antropolog George Washington University di Washington, D.C.

Untuk melacak bakat kemampuan Homo sapiens melempar fastballs, Roach dan rekan menggunakan kamera 3-D pada 16 pemain bisbol dan 3 atlet lain ketika melemparkan bola. Tiga ciri anatomi karakteristik dikombinasikan untuk pertama kalinya pada H. erectus.

Perluasan pinggang membuat tubuh lebih fleksibel, siku menyesuaikan kembali peningkatan penyimpanan energi di bahu lengan sementara memiringkan lengan dan bahu meningkatkan kekuatan otot dada.

Tapi tidak semua orang sependapat dengan intereprestasi baru. Tulang selangka memanjang dan bahu lebar pertama kali muncul tidak pada Homo erectus tetapi pada hominid Eropa Homo antecessor dan Homo heidelbergensis kira-kira 1 juta tahun lalu.

Tidak ada tendon untuk penyimpanan energi yang tersedia di bahu seperti yang dilaporkan Roach. Selain itu, H. erectus dan 2 hominid awal lainnya Ardipithecus ramidus 4,4 juta tahun dan Australopithecus sediba 2 juta tahun telah sejajar siku di kedua lengan.

"Perkiraan tulang selangka pada H. erectus berdasarkan fosil parsial di Asia Barat tidak bisa diandalkan," kata Susan Larson, antropolog Stony Brook University di New York.
Neil T. Roach (Department of Human Evolutionary Biology, Harvard University, Cambridge, Massachusetts 02138, USA; Center for the Advanced Study of Hominid Paleobiology, Department of Anthropology, The George Washington University, Washington DC 20052, USA) et.al. Elastic energy storage in the shoulder and the evolution of high-speed throwing in Homo. Nature, 26 June 2013, DOI:10.1038/nature12267
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment