Pandoravirus salinus dan dulcis

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - Virus raksasa membuka pertanyaan leluhur. Temuan 2 virus raksasa, termasuk 1 ditemukan secara kebetulan, membuat ilmuwan merenungkan asal-usul kehidupan.

Virus Pandora setidaknya 2 kali ukuran, baik dari segi skala partikel maupun kompleksitas genom, dari rekor sebelumnya Mimivirus. Sel membuka kotak Pandora petunjuk domain keempat kehidupan yang awalnya bernama NLF (new life form).


Tim Perancis menggali salah satu virus dijuluki Pandoravirus salinus dalam sedimen laut di muara Sungai Tunquen di Chili yang tampaknya akan menginfeksi dan membunuh amuba. Lainnya, Pandoravirus dulcis, ditemukan secara kebetulan di dasar kolam air tawar dekat Melbourne.

Begitu besar untuk ukuran virus normal. Bahkan dapat dilihat di bawah mikroskop cahaya. Para peneliti awalnya mengganggap bakteri, namun tes laboratorium tidak terpengaruh antibiotik. Masing-masing sekitar 1 mikrometer panjang dan 0,5 mikrometer lebar.

Ketika genom sequencing, P. salinus dan P. dulcis, memiliki urutan 1,9 dan 2,5 juta mega basis (Mb). Sebagai perbandingan genom Mimivirus memiliki sekitar 1,0 Mb. Pandoravirus lebih besar dibanding banyak bakteri dan bahkan beberapa sel eukariotik.

"Seperti yang sudah kita temukan virus terbesar sebelumnya, dalam hal genom dan ukuran fisik, kami siap menemukan virus baru dalam rentang 1000 gen," kata Nadège Philippe, virulog Aix-Marseille University.

"Tetapi sekarang mencapai 2500. Ini benar-benar menunjukkan bahwa kita tidak memiliki batas-batas lagi," kata Philippe yang juga anggota tim penemu Mimivirus.

"Pengetahuan kita tentang keanekaragaman hayati mikroba di planet ini masih sangat terbatas. Ini mengubah pemahaman kita saat ini tentang asal usul evolusi kehidupan," kata Philippe.

Temuan mendukung skenario evolusi di mana virus lebih dekat dengan bentuk seluler leluhur. Parasit biasanya mengalami pengurangan genom. Artinya,mereka kehilangan gen karena host menyediakan fungsi yang hilang tergantung pada tingkat evolusi dari waktu ke waktu genom parasit menyusut.

"Mencari virus dengan genom lebih besar adalah cara untuk kembali ke masa lalu dan mengambil lebih dekat mendalilkan leluhur munculnya keturunan eukariotik," kata Philippe.

"Fakta bahwa dua dari mereka ditemukan hampir bersamaan dari lokasi yang sangat jauh menunjukkan kami sangat beruntung, mereka tidak langka. Mereka mungkin di mana-mana. Kami aktif mencarinya," kata Philippe.
Nadège Philippe (Structural and Genomic Information Laboratory, UMR 7256 CNRS Aix-Marseille Université, 163 Avenue de Luminy, Case 934, 13288 Marseille cedex 9, France; Laboratory of Molecular Biophysics, Department of Cell and Molecular Biology, Uppsala University, Husargatan 3 (Box 596), SE-751 24 Uppsala, Sweden) et.al. Pandoraviruses: Amoeba Viruses with Genomes Up to 2.5 Mb Reaching That of Parasitic Eukaryotes. Science, 19 July 2013: Vol.341 no.6143 pp.281-286, DOI:10.1126/science.1239181
Gambar: Chantal Abergel/Jean-Michel Claverie
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment