Fitur Macan Loreng Enceladus

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - Rahasia aneh pasang-surut gravitasi bulan Saturnus. Enceladus putih memuntahkan es berutang keanehan pasang gaya gravitasi ibunya.

Ditemukan tahun 1789 oleh William Herschel, Enceladus hanya selebar 504 kilometer (315 mil) namun salah satu keanehan besar dalam Tata Surya. Permukaan es putih cantik daripada batu asteroid bopeng dan berdebu. Tapi cacat jaringan patah tulang di dekat kutub selatannya.


Macan Loreng mancur uap air yang langsung berubah jadi butiran es ketika kontak dengan ruang vakum dingin. Beberapa astrofisikawan menyimpulkan worldlet pelabuhan samudra air asin kandidat sumber kehidupan meskipun laut di bawah permukaan bersuhu nol mutlak -273 derajat Celsius.

Satu teori meletakkan fenomena gaya pasang surut. Tarikan gravitasi Saturnus, planet kedua terbesar di Tata Surya, meremas jeroan Enceladus. Gesekan panas memungkinkan air untuk tetap dalam keadaan cair. Bukti dari 252 citra infra-merah probe NASA Cassini di seluruh planet.

"Bukti kuat gaya pasang surut memainkan peran penting aktivitas plume Enceladus, mungkin dengan mengubah lebar kanal antara permukaan dan berbagai reservoir bawah tanah," kata Matthew Hedman, radiofisikawan Cornell University di New York.

Di Bumi orang menceritakan kisah bertahun-tahun, tapi tidak ada yang mengatakan dengan pasti apakah hanya mitos. Sekarang butiran es Enceladus jatuh kembali ke permukaannya yang putih berkilauan. Es juga menjadi asal dari salah satu cincin gas raksasa Saturnus yang memberikan kecantikan khusus.
M. M. Hedman (Center for Radiophysics and Space Research, Cornell University, Ithaca, New York 14853, USA) et.al. An observed correlation between plume activity and tidal stresses on Enceladus. Nature, 31 July 2013, DOI:10.1038/nature12371
Gambar: NASA/JPL/Space Science Institute
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment