Subdwarf Heavy Metal Timbal

Tinuku
News www.KeSimpulan.com - Atmosfer timbal setebal 100 kilometer dengan berat 100 miliar ton merupakan metafora aneh, tapi membantu untuk memahami teori evolusi bintang. Astronom temukan 2 bintang logam berat.

Walaupun timbal merupakan salah satu terberat unsur-unsur alami, awan timbal menjadi bagian dari teori asal-usul suatu jenis bintang subdwarf panas. Dua neraka jahanam hanya setengah lebar Matahari, tapi permukaannya mengandung 10.000 kali lebih padat.


Dunia bintang mengandung hidrogen untuk membakar helium dalam core, tapi dua subdwarf benar-benar rocker heavy metal. HE 2359-2844 terletak pada jarak 800 tahun cahaya di konstelasi Sculptor dan HE 1256-2738 terletak sekitar 1.000 tahun cahaya di konstelasi Hydra.

Arsip ESO Very Large Telescope di Chili mengidentifikasi beberapa fitur spektrum kedua bintang tidak dapat ditemukan pada atom yang diharapkan hadir. Setelah beberapa pekerjaan detektif, para astronom menyadari fitur karena atom timbal.

"Ion yang berbeda mengalami kekuatan berbeda dalam cahaya dan mengapung naik dan turun. Semuanya menyortir diri menjadi lapisan-lapisan bermigrasi naik dan turun tergantung suhu," kata Simon Jeffery, astronom Armagh Observatory di Inggris.

Orang mencampur bensin dengan atom timbal. Di Matahari kurang dari 1 atom timbal untuk setiap 10 miliar atom hidrogen. Pada sekitar 38.000 derajat Celsius, permukaan HE 2359-2844 dan HE 1256-2738 begitu panas, 3 elektron dikeluarkan dari setiap atom timah.

"Untuk sementara kita harus melihat beberapa bintang transisi antara raksasa merah dan subdwarf panas. Intermediasi helium subdwarfs tampaknya sesuai dengan akun," kata Simon O'Toole, astronom Anglo-Australian Observatory di Australia.
Profile Peneliti : Simon Jeffery

Naslim N (Armagh Observatory, College Hill, Armagh BT61 9DG, UK; Institute of Astronomy and Astrophysics, Academica Sinica, PO Box 23-141, Taipei 10617, Taiwan, ROC) et.al. Discovery of extremely lead-rich subdwarfs: does heavy metal signal the formation of subdwarf B stars? Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, July 25, 2013, DOI:10.1093/mnras/stt1091

Gambar: Simon Jeffery
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment